Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati
18 Mei 2017, 16:23 WIB
Foto : Tuban H. Fathul Huda saat memberi sambutan pada acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (18/05).

Tubankab - Seorang pemimpin idealnya tidak hanya punya kharisma, namun juga wibawa. Kewibawaan dan kharisma sangat diperlukan bagi seorang pemimpin, karena dengan kewibawaan serta kharisma, seorang pemimpin untuk menjadi pelayan masyarakat akan lebih ikhlas dalam mengemban amanah

Hal itu dilontarkan Bupati Tuban H. Fathul Huda saat memberi sambutan pada acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Kamis (18/05).

Lebih jauh dia menuturkan, kharisma merupakan anugerah dari Allah, di mana anugerah ini dapat diperoleh melalui dua cara, yakni murad dan murid. Murad jelas Huda, adalah apa yang sudah ditakdirkan oleh Allah, sehingga otomatis kharisma itu akan melekat dengan sendirinya. Sedangkan murid, adalah memperoleh kharisma dengan cara-cara normatif. “Normatif ini ada dua, bisa mujahadah, dan juga bisa dengan riyadah. Artinya apa? Artinya kita merevolusi mental kita, bagaimana agar energi-energi yang maha besar, energi lemah lembut bisa masuk ke dalam diri kita,” beber Huda panjang lebar.

Selain itu, Huda juga berpesan agar pemimpin juga memiliki sifat inovatif. Dengan sifat yang inovatif dari pemimpin, maka segelintir permasalahan termasuk krisis keimanan yang ada di tengah-tengah masyarakat bisa diantisispasi dengan terobosan-terobosan dari pemimpin. “Kita sering mendengar, jika ulamanya baik, maka umaroknya juga baik. Dan di sini yang saya lihat ulama yang merangkap umaro, ya ASN yang ada di kemenag,” pungkas Huda. (nng/hei)