Kegiatan Pemerintahan
09 Juni 2017, 15:44 WIB
Foto : dr. Saiful Hadi, Kadinkes Kabupaten Tuban. (chusnul huda)

Tubankab - Ibadah puasa merupakan rukun Islam yang keempat, selain menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim menjalankannya selama sebulan, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Hal tersebut disampaikan dr. Saiful Hadi, Kadinkes Kabupaten Tuban saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (09/06). Menurutnya puasa itu sendiri sebenarnya menurut agama Islam, di samping untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga ada unsur yang lain, yaitu tentang kesehatan. Menurutnya, kesehatan puasa ada 2, yaitu: kesehatan mental dan kesehatan fisik.

Saiful mencontohkan, saat ada orang makan dan minum siang hari, otomatis orang yang berpuasa akan menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, termasuk makan dan minum. Proses-proses itulah, kata Saiful, secara mental mampu mendikte orang berpuasa untuk bersabar.

“Kalau sabar itu menjadi suatu budaya (bagi orang yang puasa), dari sisi kesehatan ada hormon yang muncul dalam tubuh yaitu hormon Endorfin,” ungkap Plt Dirut RSUD dr.R Koesma Tuban ini.

Hormon Endorfin, menurutnya adalah hormon yang bisa meningkatkan kekebalan di dalam tubuh manusia, sehingga rasa sabar itu akan memunculkan rasa ikhlas dan akan menekan hormon-hormon yang bertentangan dengan hormon endorfin, yaitu hormon asetilkolin.

Hormon asetilkolin menurut lulusan Fakultas Kedokteran Unair Surabaya ini, adalah hormon yang memicu jantung mudah berdebar, memicu rasa gelisah, dan asam lambung yang berlebihan.

Kemudian, dari aspek kesehatan fisik, lanjut Saiful, bahwa penyakit itu sebagian disebabkan oleh makan minum yang berlebihan. Bahkan, dirinya mengutip dari sebuah ayat Al Qur’an yang artinya “Bahwa perut itu gudangnya penyakit”. Sehingga jika makan itu berlebihan, bukan menjadi zat tenaga, zat kalori atau zat lemak tetapi akan berubah menjadi lemak jahat yang disimpan di dalam tubuh.

“Puasa itu mengatur dari porsi makanan yang sebenarnya, sehingga kelebihan-kelebihan lemak dan kolesterol yang disimpan di dalam tubuh akan terkikis secara pelan-pelan dan berimbas menjadikan tubuh manusia sehat,” tuturnya.

Menurutnya, dengan puasa ini ada beberapa penyakit yang bisa dihindari, pertama yaitu penyakit diabet. Logikanya, dengan puasa otomatis orang yang terkena penyakit diabet akan diet makanan, artinya obat diabet yang paling efektif adalah diet. Sehingga, orang yang mengidap diabet/kencing manis akan lebih sehat dengan puasa Ramadan.

Kedua, penyakit kulit artinya dengan puasa seseorang makan dan minumnya terbatas, kadar air dalam kulit otomatis tidak akan berlebihan, karena kalau kadar air berlebihan maka kuman-kuman akan mudah tumbuh. Sehingga, dengan berpuasa kulit akan lebih bersih dan tidak mudah berkeringat.

Tetapi, Saiful melanjutkan, kebiasaan budaya orang Indonesia yang berpuasa pada saat berbuka puasa terlalu berlebihan, sehingga inilah yang harus dihindari.

“Puasa itu bukan hanya menunda makannya, kalau siang berpuasa, kalau malam balas dendam, inilah yang tidak sehat,” cetusnya.

Sehingga, dirinya menyarankan agar saat berbuka puasa diawali dengan santapan yang ringan-ringan agar lambung mulai bekerja dengan pelan-pelan agar tidak kaget.

“Saya belum pernah menemukan orang yang berpuasa akan bertambah sakit, justru dengan puasa akan menjadi sehat,” pungkasnya. (chusnul huda/hei)