Kegiatan Pemerintahan
13 Juni 2017, 13:34 WIB
Foto : Sejumlah sapi indukan yang siap diberikan inseminasi buatan. (nurul jamilah)

Tubankab - Pemerintah pusat telah memberhentikan program Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Namun, program tersebut justu dilanjutkan oleh Pemkab Tuban dan diganti dengan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab) 2017.

“Meskipun telah diberhentikan oleh pemerintah pusat, pemkab masih mempertahankan dan meneruskan program SPR. Bahkan, menurut rencana program ini akan diperluas hingga ke Kecamatan Bancar dan Kerek,’’ ujar Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Tuban Imron Khaliq kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (13/06).  

Lebih lanjut, Imron mengatakan, masalah pendanaan, akan sepenuhnya menggunakan anggaran dari APBD. Saat ini, untuk kembali memaksimalkan SPR, tim managerial yang sebelumnya sempat putus akibat pemberhentian program dari pusat, juga telah aktif kembali.

“Pemkab juga  tengah mengupayakan kerjasama dengan Bank Indonesia, serta masih melanjutkan kerja sama dengan  Universitas Brawijaya Malang terkait tentang teknologi pangan,’’ terangnya.

Ditegaskannya, saat ini perkembangannya, SPR Palang telah membuat sentra pembibitan.

Imron menjelaskan, SPR akan sangat membantu dalam upaya peningkatan populasi ternak sapi, sesuai dari tujuan Upsus Siwab. Sebab, SPR akan menyediakan ternak indukan yang bisa diberikan Inseminasi Buatan (IB). (nurul jamilah/hei)