Kegiatan Pemerintahan
16 Juni 2017, 13:40 WIB
Foto : Ir. Prayogo Setyo Widodo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban. (chusnul huda)

Tubankab - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur telah resmi merilis hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) secara serentak kepada 38 kabupaten/kota pada 13 Juni 2017 lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan Ir. Prayogo Setyo Widodo, M.M selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban di ruang kerjanya, Jumat (16/06).

Ia menjelaskan, hasil pendaftaran SE 2016 di Kabupaten Tuban, tercatat sebanyak 116.448 usaha/perusahaan non pertanian yang dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan Klarifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015.

“Angka tersebut meningkat 6,49 persen dibandingkan dengan hasil (SE 2006) yang berjumlah 109.349 usaha/perusahaan.

Prayogo membedakan, menurut skala usaha, 115.303 usaha/perusahaan (99,02 persen) berskala Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 1.145 usaha/perusahaan (0,98 persen) berskala Usaha Menengah Besar (UMB).

Prayogo menjabarkan, hasil pendaftaran SE 2016 menunjukkan bahwa jumlah usaha/perusahaan menurut lapangan usaha, didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 58.699 usaha/perusahaan atau 50,41 persen dari seluruh usaha/perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban.

“Jumlah tenaga kerja menurut lapangan usaha, sejalan dengan jumlah usaha/perusahaan, yaitu didominasi oleh lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 126.359 tenaga kerja atau 36,55 persen dari seluruh tenaga kerja yang ada di Kabupaten Tuban,” ungkapnya.

Menurutnya, sebaran usaha/perusahaan antarwilayah kecamatan secara umum menunjukkan 11,22 persen terkonsentrasi di Kecamatan Tuban, 8,96 persen di Kecamatan Semanding, 7,46 persen di Kecamatan Soko, 7,10 persen di Kecamatan Palang dan sisanya 65,26 persen tersebar di enam belas kecamatan lainnya. Kecamatan dengan jumlah usaha/perusahaan terkecil ada di Kecamatan Kenduruan yaitu 1.971 usaha/perusahaan atau sekitar 1,69 persen dari seluruh usaha/perusahaan di Tuban. (chusnul huda/hei)