Kegiatan Pemerintahan
19 Juni 2017, 13:36 WIB
Foto : Bupati memeriksa personil dari berbagai unsur saat apel gelar pasukan. (nanang wibowo)

Tubankab - Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Semeru 2017 dilaksanakan di Alun-alun Tuban, Senin (19/06) pagi. Apel tersebut diikuti 250 personil dari unsur kepolisian, TNI, kesehatan, pemadam kebakaran, BPBD, Satpol PP, dan Pramuka.

Saat apel tersebut, Bupati Tuban H. Fathul Huda membacakan amanat dari Kapolri Tito Karnavian. Apel yang digelar tersebut merupakan wujud kesiapan Polri dalam menghadapi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, serta sebagai sarana konsolidasi dan pengecekan personil, serta sarana prasarana sebelum melaksanakan operasi.

“Operasi dan perangkat yang sudah dipersiapkan, dapat dilaksanakan secara sinergis oleh unsur pengamanan yang terlibat, sehingga masyarakat Indonesia dapat melaksanakan Lebaran yang aman, nyaman, lancar, dan dipenuhi dengan rasa kebersamaan,” tandas Huda.

Huda menyampaikan, ada tiga poin penting dalam operasi tahun ini. Pertama, sambung Huda, yakni terjaganya stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif, keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

Masih menurut pria 63 tahun ini, demi menjaga stabilitas harga pangan, Polri telah membentuk satgas pangan untuk memantau dan menjaga harga pangan. Upaya ini diwujudkan dengan membentuk kerjasama dengan kementerian terkait, serta penegakan hukum yang tegas bagi pelaku penimbunan, pengoplosan, pemalsuan, maupun tindak pidana lainnya terkait makanan.

Huda juga meminta kepada seluruh aparat penegak hukum untuk mampu menekan angka kejahatan melalui upaya pre-emtif, preventif, dan represif demi menjaga kondisi kamtibmas yang kondusif.

“Lakukan langkah deteksi dini terhadap kerawanan yang ada dengan mengoptimalkan peran Babinkamtibmas, dan intelejen di lapangan, berikan imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada dan turut bersama Polri menjaga kamtibmas,” pinta Huda.

Suami Qodriyah ini juga mengungkapkan, agar seluruh jajaran lebih meningkatkan kegiatan sambang dan patroli di titik-titik yang rawan gangguan kamtibmas, seperti terminal, pusat perbelanjaan, pemukiman yang ditinggal oleh penghuni untuk mudik, bank dan ATM, serta tempat-tempat wisata.

Sedangkan, untuk poin ketiga, yakni terkait keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik. Bupati dua periode ini berpesan, agar seluruh personil bisa memberikan pelayanan secara all out, memberi atensi penuh pada titik rawan macet dan kecelakaan lalu lintas, terutama saat puncak arus mudik (H-2) serta puncak arus balik (H+5).

“Beberapa terobosan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik. Bagi satuan yang memiliki aplikasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi, agar dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memberikan pelayan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi, maupun bantuan darurat,” ujarnya panjang lebar.

Dengan adanya operasi yang akan berlangsung selama 16 hari, dan diikuti kurang lebih 187.012 personil dari kepolisian, serta unsur-unsur terkait ini diharapkan angka kecelakaan lalu lintas berkurang dibanding dengan tahun sebelumnya.

“Pada 2016 silam, angka kecelakaan menurun 2,3 persen dibanding 2015. Sedangkan korban meninggal menurun hingga 13,62 persen. Kendati demikian data gangguan kamtibmas mengalami kenaikan 13,89 persen, lalu angka kejahatan secara umum juga mengalami kenaikan sebesar 10,98 persen,” bebernya.

Dari kenyataan tersebut, Huda meminta kepada seluruh personil untuk bekerja secara optimal dan fokus kepada stabilitas harga pangan, kondisi kamtibmas yang kondusif, keamanan, kelancaran serta kenyamanan arus mudik dan arus balik.

“Ciptakan harmonisasi secara sinergi di antara seluruh stakeholder terkait, sehingga pengamanan Idul Fitri 1438 H dapat berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Seluruh jajaran dapat bekerja dengan tulus dan ikhlas, terlebih operasi ini dilaksanakan dalam suasana Ramadan. Semoga hal ini menjadi ladang pahala,’’harapnya. (nanang wibowo/hei)