Kegiatan Pemerintahan
08 Agustus 2017, 13:47 WIB
Foto : Pemuda Karang Taruna Desa Jatimulyo, Plumpang mendapatkan pelatihan sablon. (chusnul huda)

Tubankab - Upaya pemerintah dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan menekan angka pengangguran terus dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Tuban.

Upaya tersebut salah satunya dengan memberikan bekal pelatihan sablon bagi para pemuda yang tergabung dalam karang taruna yang ada di Desa Jatimulyo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Selasa (08/08).

“Pelatihan sablon tersebut dilaksanakan selama 3 hari ke depan di balai desa, dengan jumlah peserta 20 orang dari karang taruna desa,” ungkap Gatot Sutikno selaku perwakilan Karang Taruna Kabupaten Tuban yang mendampingi pelatihan sablon.

Gatot yang juga asli Plumpang tersebut berkata, pelatihan itu merupakan kesempatan bagi peserta, sebab selain memberikan materi dan praktek sablon, para peserta usai pelatihan akan mendapat 4 paket fasilitas peralatan sablon gratis dari Dinsos P3A Kabupaten Tuban untuk pengembangan usaha.

Sementara itu, Harsono Tri Asworo selaku Kabid Pemberdayaan Sosial, Dinsos P3A Kabupaten Tuban menambahkan, pelatihan itu bertujuan untuk pemberdayaan karang taruna sebagai potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) untuk mengurangi permasalahan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang ada di masyarakat.

Dia menambahkan sebagai PSKS selayaknya karang taruna harus mandiri dan memiliki jenis usaha, sehingga fungsi dan perannya dapat dikembangkan secara optimal melalui dukungan pemerintah desa.

“Diupayakan peran desa untuk memfasilitasi dan support menggunakan dana desa (DD), sehingga hasil pelatihan bisa diimplementasikan dan dikembangkan,” harap alumnus Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tersebut.

Dirinya juga berharap, ke depan karang taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan harus mampu memberikan teladan kemandiriannya kepada organisasi sosial kepemudaan lainnya untuk peduli terhadap permasalahan sosial. Sehingga, masalah-masalah tidak hanya sebagai tanggung jawab pemerintah daerah, tapi juga menjadi tanggung jawab generasi muda itu sendiri. (chusnul huda/hei)