Berita Umum
24 Oktober 2017, 14:29 WIB
Foto : Kalangan pemuda yang tergabung dalam GP Anshor ikuti pelatihan internet marketer. (nanang w)

Tubankab - Era serba digital saat ini mengharuskan semua pihak untuk tahu dan paham akan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, tak terkecuali kalangan pemuda, khususnya Gerakan Pemuda (GP) Anshor. Oleh karena itu, GP Anshor menggelar pelatihan Internet Marketer Nahdlatul Ulama (IMNU) di Gedung Korpri Tuban, Selasa (24/10).

“Teknologi sekarang sudah menjadi keniscayaan, mau tidak mau kita harus menerima itu. Kalau kita tolak, maka kita yang akan tergilas oleh zaman,” tandas Ketua GP Anshor Kabupaten Tuban H. Syafiq Syauqi, LC saat memberi sambutan.

Syafiq melanjutkan, karena GP Anshor merupakan wadah pemuda nadliyin, maka harus mampu menyongsong bonus demografi di tahun 2030 mendatang. Sehingga, sambungnya, Anshor diharapkan mampu mengajak seluruh pemuda untuk bangkit dalam pemanfataan teknologi.

Menantu Bupati Tuban H. Fatchul Huda ini juga menyampaikan, pelatihan yang diadakan kali ini merupakan rangkaian acara dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional tahun ini, dan diikuti kurang lebih 50 orang peserta. “Ini merupakan kebangkitan pemuda NU untuk menggerakkan kemajuan, khususnya bidang usaha adalah teknologi,” imbuhnya.

Dikatakan oleh Syafiq, untuk ke depannya, pihaknya tidak hanya akan menggandeng Anshor dalam pelatihan internet marketer, namun juga akan menggandeng organisasi kepemudaan lainnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana M.Si meyampaikan, pemerintah mengaku mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemuda Anshor, lantaran kegiatan semacam ini sudah diagendakan oleh pemkab, namun belum terealisasi, sedangkan Anshor sudah mampu untuk menggelarnya.

“Kita berterimakasih sekali kepada para pemuda Anshor atas terselenggaranya kegiatan ini. Kita ingin memberdayakan pemuda dari sisi ekonomi,” ujar Budi.

Selain apresiasi terhadap kegiatan yang mengambil tema “Santri Mandiri NKRI Hebat” ini, mantan Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tuban ini juga meminta, agar Organisasi Perangkat daerah (OPD) terkait turut mendukung. Sebab, sambung Budi, yang terjadi selama ini adalah terkait tindak lanjut dari pelatihan. Dirinya berharap akan ada tindak lanjut dari pelatihan-pelatihan semacam ini, sehingga pelatihan tidak berhenti begitu saja.

Selain itu, suami dari Sri Rahayu ini juga meminta, agar setelah pelatihan dilakukan juga evaluasi terkait hasil dari pelatihan tersebut. Sehingga akan terlihat apakah masih diperlukan pelatihan-pelatihan susulan atau tidak.

“Ini juga sebagai auto kritik bagi kami, karena biasanya setelah pelatihan seperti ini tindak lanjutnya masih mengambang. Jangan sampai ini belum optimal, sudah beralih ke hal yang lainnya,” pungkas Budi. (nanang wibowo/hei)