Berita Umum
05 Nopember 2017, 08:09 WIB
Foto : Para pelajar saat membersihkan pantai. (chusnul huda)

Tubankab - Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) menggandeng ratusan anak muda atau pelajar di Tuban untuk melakukan aksi Beach Clean Up Day di pantai Mangrove Center Jenu, Tuban, Sabtu (04/11).

Sebelum melakukan bersih pantai, ratusan pelajar yang terdiri dari siswa SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Jenu tersebut mendapatkan sosialisasi tentang tujuan diadakannya Beach Clean-Up Day yang diadakan IE2I bersama Pertamina dan dihadiri langsung oleh Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI.

Diah Roro Esti Widya Putri, salah satu pendiri dari IE2I saat diwawancarai wartawan menyampaikan, Beach Clean-Up Day merupakan tindak lanjut sosialisasi tentang dampak pembuangan sampah yang tidak benar, sehingga tumbuh kesadaran kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pantai.

“Gerakan aksi kampanye kami (IE2I) bukan hanya datang untuk membersihkan pantai, tapi kami ada kombinasi sosialisasi dan kombinasi real action terjun membersihkan pantai, serta menghitung berapa sampah plastik, organik dan sampah kertas,” katanya.

Dari situ, kemudian pihaknya memberikan formulir kepada peserta untuk didata yang kemudian akan dijadikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk selanjutnya akan dipresentasikan untuk langkah selanjutnya.

Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI menambahkan, saat ini Komisi VII DPR RI telah meminta menggalakkan bersih sampah di 21 pantai kritis yang ada di Indonesia, mulai dari Cilacap, Balikpapan, NTB, Sulawesi dan seluruh Indonesia. Sebab, Indonesia memiliki komitmen terhadap konferensi COP 21 tahun 2015 di Paris, Prancis.

Kemudian pada 2017 pertengahan November ini, pihaknya bersama IE2I akan mengikuti dan menjadi pemateri pertemuan COP 23 di Born, Jerman. Sehingga, setiap negara yang mengikuti COP 21 di Paris, Prancis akan ditagih, apa yang menjadi action di negara mereka.

“Kita mendorong pemerintah pusat untuk memaparkan apa yang telah diperbuat. Gerakan anak muda yang bisa mendaur ulang sampah itu menjadi positif karena membantu tercapainya pengurangan emisi karbon di Indonesia sebesar 29 persen dibandingkan skenario bisnis seperti biasa pada 2030,” tuturnya. (chusnul huda/hei)