Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati
08 Nopember 2017, 15:48 WIB
Foto : Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein. (dok)

Tubankab - Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein minta agar seluruh pihak mendukung proses pembangunan Kilang Minyak Tuban. Sebab proyek kilang minyak Pertamina Rosneft sangat strategis untuk menstimulasi perekonomian Tuban melalui multiplier effect yang ditimbulkan, seperti pengurangan pengangguran, serta tumbuhnya industri-industri kecil pendukung.

Hal tersebut ditegaskan wabup usai adanya penundaan sosialisasi terkait pengadaan lahan untuk kilang Tuban ke warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban beberapa waktu lalu.

“Saat ini, penambahan lahan memang dalam tahap perundingan dengan warga,’’ imbuh Noor kepada wartawan, Rabu (08/11).

Tapi lebih dari itu, wabup menegaskan, penentuan lokasi dilakukan oleh pemerintah pusat, sebab proyek kilang ini merupakan proyek nasional.

Wabup meyakinkan, Pemkab Tuban telah meminta jaminan kepada pihak Pertamina Rosneft, terkait besaran jaminan ganti rugi lahan , termasuk juga meminta komitmen perusahaan untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja  pada warga ring satu, utamanya yang masih produktif.

Ke depan, lanjut wabup, untuk mengantisipasinya, pemkab akan melakukan mediasi kepada pemilik lahan, terkait keinginan warga, dan apa yang harus diberikan oleh tim pembebasan lahan nantinya.

“Semoga masalah pengadaan lahan akan segera menemui titik temu,’’ harapnya.

Sebelumnya, warga Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, enggan melepaskan tanahnya dalam pengadaan lahan untuk rencana perluasan Kilang Tuban seluas 219 hektare. Keberatan tersebut disampaikan saat sosialisasi pengadaan lahan di salah satu hotel di wilayah setempat, Minggu (05/11) lalu.

Sesuai dengan salah satu Nawacita Presiden Republik Indonesia bagi kedaulatan energi Indonesia, dan sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden  Nomor 146 tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Minyak di dalam negeri, PT. Pertamina Persero bekerjasama dengan Rosneft Oil Company Rusia, berencana membangun dan mengoperasikan kilang baru, yang terintegrasi bahan bakar minyak dan Petro Kimia Tuban, atau disebut Kilang Pertamina Rosneft.

Diperkirakan, kilang minyak yang akan menjadi yang pertama di Jawa Timur ini akan menyerap sebanyak 1.600 hingga 1.800 tenaga kerja ahli, 60 persennya akan bekerja sebagai operator.

Untuk tenaga kontrak, seperti supir dan cleaning service, akan membutuhkan sebanyak 2 ribu pekerja, dan 30 hingga 50 ribu tenaga kerja non skil per hari, untuk tahapan pembangunan fisiknya.

Dengan banyaknya jumlah pekerja, maka akan menimbulkan multiplier effect, contohnya dari segi ekonomi, seperti jasa cathering, kos-kosan, jasa laundry, hingga transportasi.

Pertamina menegaskan, kilang minyak Pertamina Rosneft ini akan menjadi kompleks kilang minyak terbesar di Indonesia, termegah dan termodern di dunia, dengan nilai investasi mencapai Rp. 175 triliun. (nurul jamilah/hei)