Kegiatan Pemerintahan
12 Nopember 2017, 16:50 WIB
Foto : Salah satu pasangan pengantin diarak usia ikuti nikah massal. (chusnul huda)

Tubankab - Sebanyak 15 pasangan pengantin mengikuti nikal massal dalam rangka memperingati Hari Jadi Tuban (HJT) ke-724 yang digelar Pemkab Tuban di Masjid Agung Tuban, Minggu (12/11) pagi.   

Prosesi nikah massal kali ini, merupakan agenda rutin tahunan yang kedua, setelah tahun lalu sukses digelar dengan menikahkan 6 pasang pengantin. Namun, konsep nikah massal kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

Jika tahun lalu akad nikah dilaksanakan di Pendopo Krido Manunggal, kali ini akad nikah dihelat di Masjid Agung Tuban. Istimewanya, Bupati dan Wakil Bupati Tuban serta Ketua DPRD dan jajaran Forkopimda Tuban hadir menjadi saksi pernikahan mereka.

Bupati Tuban, H. Fathul Huda usai menjadi saksi pernikahan mengatakan, nikah massal ini merupakan terobosan Pemkab Tuban untuk mengkondisikan masyarakat mengikuti aturan pemerintah dan aturan agama. Sebab, pemkab khawatir jika mereka tidak tercatat resmi dalam buku nikah, maka anak turunnya tidak jelas, sehingga perlu diantisipasi.

“Masyarakat tidak semuanya memiliki kemampuan ekonomi untuk melangsungkan pernikahan, ada beberapa sosial ekonominya kurang mampu, ini yang kita bantu. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mampu nikah karena tidak punya biaya,” terang bupati.

Harapannya, ke depan acara nikah massal yang menjadi kegiatan rutin setiap HJT ini, pesertanya terus bertambah lebih banyak lagi dan merata dari berbagai kecamatan.

Dari data yang ada, 15 pasang peserta nikah masal berasal dari 7 kecamatan, yaitu: Kecamatan Jatirogo 5 pasang, Semanding 2 pasang, Soko 2 pasang, Kenduruan 2 pasang, Widang 2 pasang, Bancar 1 pasang, dan Kerek 1 pasang.

Sementara itu, pasangan pengantin Mochamad Subekan dan Shella Nining Fitriyani asal Kecamatan Jatirogo, mengungkapkan rasa bahagianya bisa melangsungkan pernikahan bertepatan dengan HJT ke-724. Mereka mengaku, termotivasi mengikuti nikah massal lantaran ikut meramaikan dan ingin menjadi pasangan yang halal.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Pemkab Tuban yang telah memberikan semua fasilitas pernikahan kami, mulai dari mahar hingga rias pengantin semuanya gratis,” ucap mereka bersyukur, sembari senyum keduanya merebak di tengah keramaian.

Usai akad nikah di Masjid Agung, seluruh pasangan pengantin baru diarak menuju Pendopo Krido Manunggal untuk mengikuti resepsi HJT ke-724, diiringi oleh tarian sufi dan lantunan salawat serta pengiring keluarga pengantin. (chusnul huda/hei)