Berita Umum
03 Desember 2017, 12:37 WIB
Foto : Salah seorang narasumber Seminar Hydroponic Farmer Gathering saat menjelaskan manfaat hydroponic. (nanang)

Tubankab - Sedikitnya 65 orang yang berasal dari Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro mengikuti Seminar Hydroponic Farmer Gathering di Gedung KSPKP Tuban, Minggu (03/12).

Acara ini mendatangkan 4 narasumber, yakni Fitrotus Zahro Founder Fresh Daily, Unggul Yudhistira Owner The Police Hydrofarm (pihak penyelenggara), Tea Ayu Pusparini yang merupakan petani dan produsen olahan hydroponic dan Kemal Khoirur R Owner mlijoo.com .

Ditemui pasca acara yang mengambil tema "Pemuda Membangun Pertanian"  ini, Unggul, sapaan Unggul Yudhistira mengatakan, tujuan dari diadakannya seminar ini, yakni memberikan edukasi terkait pembudidayaan tanaman hydroponic, beserta turunannya. Sehingga, terangnya, tanaman hydroponic bisa dijadikan sumber penghasilan. 

"Kita ingin mematahkan teori yang kebanyakan orang bilang kalau hydroponic itu susah," aku Unggul. 

Masih menurut Unggul, bercocok tanam ala hydroponic sangat berbeda dengan pertanian secara konvensional, karena dengan hydroponic, panen lebih teratur dan tepat pada waktunya. 

Lebih jauh, putra daerah asli Tuban ini menuturkan, kondisi Tuban saat ini sudah menuju ke kawasan industri, di mana, jelas Unggul, para pendatang baik dari dalam negeri maupun luar negeri pasti menginginkan produk sayuran atau buah-buahan yang berkualitas. Sehingga, dengan produk hydroponic beserta turunannya, seperti jus dan es krim sangat menjanjikan untuk prospek ke depan. 

Kendati demikian, ia juga menyampaikan, strategi dan manajemen haruslah tertata dengan baik. Sebab, imbuhnya, sebaik apapun produk jika tanpa manajemen yang baik, maka tidak akan bisa berhasil menembus pangsa pasar. 

Apa yang disampaikan oleh Unggul bukan tanpa alasan, sebab, Tuban untuk saat ini masih memasok sayur dan buah dari daerah lain ,seperti Kediri. 

"Penjualan turun biasanya pada tanggal 5-20. Ini karena kita berhadapan dengan tanggal gajian masyarakat," bebernya. 

Tak hanya itu, Unggul juga menyampaikan alasan Tuban masih memasok jenis sayur dari daerah lain karena petani di Tuban belum ada yang berkecimpung dalam dunia ini secara serius, semisal untuk tanaman seledri. Di Tuban hampir tidak ditemui petani seledri. Sehingga Tuban memasok sayuran ini dari daerah lain. 

Sementara itu Fitrohtus Zahro berpendapat, sebelum bertani ala hydroponic, petani harus tahu jenis tanaman yang akan dibudidayakan, lantaran terdapat beberapa jenis tanaman, seperti, tanaman hias dan tanaman herbal, di mana cara untuk membudidayakannya diperlukan pendekatan yang berbeda. (nanang wibowo/hei)