Kegiatan Pemerintahan
05 Desember 2017, 13:32 WIB
Foto : Wabup Tuban Noor Nahar Hussein berpose bareng usai menghadiri acara yang bertajuk ‘Gerakan Aksi Bersih Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Terlarang Melalui Penguatan Informasi Bahaya Narkoba di Li

Tubankab - Wakil Bupati Tuban Ir. Noor Nahar Hussein, M.Si sangat mendukung kegiatan Kesbangpol Kabupaten Tuban yang menghadirkan para ibu sebagai peserta acara yang bertajuk ‘Gerakan Aksi Bersih Narkoba dan Penyalahgunaan Obat Terlarang Melalui Penguatan Informasi Bahaya Narkoba di Lingkungan Keluarga’ di Aula Dinas Pendidikan Kabuaten Tuban, Selasa (25/12).

Menurut wabup, dengan peserta yang terdiri dari ibu-ibu, maka akan sangat mendukung tema yang diangkat, yakni ‘Bumi Wali Bersih dari Narkoba yang Diawali dari Keluarga’.

“Ini tepat sekali mas Hari (Kepala Kesbangpol Tuban). Aksi bersih narkoba ini sangat efektif kalau kita sampaikan melalui ibu-ibu. Sebab, keluarga yang paling care itu biasanya ibu-ibu. Kalau bapak-bapak, saya tidak menjamin,” ujar Noor saat memberikan sambutan.

Wakil bupati dua periode ini juga mengungkapkan, dari beberapa data yang dirilis oleh berbagai sumber, hampir 2,2 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia sudah terkena narkoba dan obat-obat terlarang.

“Kalau kita hitung kan ini sekarang jumlahnya sekitar 250 juta jiwa, maka 2,2 persen dari itu berarti 1,3 juta jiwa yang bersentuhan dengan narkoba. Ini yang terdata. Sedangkan, yang tidak terdata ini tidak kelihatan, dan ini yang paling berbahaya,” bebernya.

Masih menurut Ketua Satuan Pelaksana Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peradaran Gelap Narkoba (Satlak P4GN) ini, organisasi wanita yang saat ini hadir dalam acara tersebut, dan memiliki jangkauan sampai ke tingkat desa diharapkan untuk terus melakukan gerakan bersih anti narkoba tersebut.

“Melalui organisasi semacam ini, yang memilkiki dresscode sampai ke tingkat desa, kami harapkan bisa efektif gerakan bersih anti narkoba ini,” harap Noor.

Noor tidak menampik, gerakan bersih anti narkoba bukanlah pekerjaan yang ringan. Sebab, gerakan in bertujuan tidak lain, yakni menyelamatkan generasi penerus. Terlebih, imbuhnya, saat ini yang terjangkit dengan narkoba 60 persen, di antaranya adalah usia 15-24 tahun, di mana usia tersebut pada saat periode Indonesia emas di 2045, akan mejelma menjadi pemimpin dan menggantikan generasi yang sekarang duduk di kursi kepemimpinan.

“Ini yang nanti mengelola, mengendalikan negara kita. Kita harus betul-betul serius dan selalu waspada. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini membawa manfaat dan kejayaan bagi generasi kita mendatang,” pungkas Noor. (nanang wibowo/hei)