Kegiatan Pemerintahan
09 Januari 2018, 16:07 WIB
Foto : wabup Noor Nahat H saat mencoba transportasi ramah lingkungan. (nurul jamilah)

Tubankab - Pemkab Tuban saat ini tengah melakukan penjajakan terkait alat transportasi lingkungan dan wisata dengan TVS Indonesia.

Dinas Perhubungan Kabupaten Tuban bersama dengan PT Ronggolawe Sukes Mandiri yang ditunjuk sebagai agen resmi PT TVS Indonesia di Tuban, memperkenalkan angkutan roda tiga dengan mesin 4 Tak kepada Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein.

Wabup pun sempat mencoba mengendarai bajaj tersebut, dan berkeliling di depan kantornya. Ketika dikonfirmasi usai uji coba angkutan, ia mengatakan, Pemkab masih dalam tahap penjajakan. Jika nantinya angkutan tersebut dinilai layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Tuban, maka Pemkab akan mempertimbangkan untuk nantinya bisa menjadi salah satu alternatif angkutan lingkungan dan wisata di Kota Tuban.

“Ini masih dalam tahap penjajakan, nanti kalau sesuai dengan kondisi sosial budaya, serta kebutuhan warga, ya akan kita pertimbangkan,” tutur wabup, Selasa (09/01).

Lebih lanjut, wabup menegaskan, masih sangat jauh untuk menyebut angkutan yang berbentuk seperti bemo tersebut, menjadi angkutan pengganti becak. Sebab, masih banyak yang perlu dipelajari, terkait regulasi, serta perjanjian bisnis ke bisnis antara PT. Ronggolawe Sukses Mandiri dengan perusahaan penyedia TVS Indonesia.

“Ini belum apa-apa, kami masih menunggu proposal dari Ronggolawe Sukses Mandiri dan TVS selaku perusahaan penyedia. Jadi ya masih jauh untuk itu. Ini baru tawaran dari Dishub, yang bekerjasama dengan BUMD kita dan PT TVS Indonesia,” jelas wabup.

Usai uji coba, wabup memberikan penilaian bahwa ada yang perlu disempurnakan, seperti pintu bagasi dan gagang pintu. “Pilihan corak warna dari batik gedognya juga sudah bagus,” kata wabup.

Diketahui, kendaraan bermotor roda tiga dengan mesin 4 Tak  tersebut merupakan inisiasi dari Dinas Perhubungan untuk jadi salah satu pilihan alternatif  angkutan kota di Tuban yang selama ini dianggap telah mati suri.

Bekerjasama dengan PT. Ronggolawe Sukses Mandiri yang berperan sebagai operator pengelola, Dishub mengadakan angkutan lingkungan yang diproduksi oleh PT TVS Indonesia.

Angkutan mirip dengan bemo tersebut dapat menopang berat hingga 320 kilogram, bagasi 40 kilogram, dengan kecepatan maksimal 50 kilometer per jam. Ditaksir, harga per unit mencapai Rp. 65 juta. Supir kendaraan ini harus memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), jenis C.

Angkutan serupa, saat ini telah beroperasi di beberapa kota. Salah satunya di Kota Blitar dengan sebutan Angling. (nurul jamilah/hei)