Kegiatan Pemerintahan
12 Januari 2018, 16:14 WIB
Foto : Budi Wiyana Sekda Tuban

Tubankab-Pemkab Tuban kembali ingatkan Pemdes untuk segera menyelesaikan evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Januari tahun ini. Pasalnya, hingga kini masih ada yang belum menyelesaikan.

Sekda Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, maksimal minggu pertama Januari evaluasi telah diselesaikan, sehingga dapat diperiksa oleh bupati melalui camat. Namun, masih ada yang belum menyelesaikannya. “Seharusnya, awal Januari sudah selesai evaluasi, biar nggak molor programnya,” kata Sekda Budi Wiyana kepada wartawan, Jumat (12/01)..

Percepatan evaluasi, ujar  Budi, dianggap perlu. Sebab, berkaca dari tahun sebelumnya, banyak program di desa yang tidak terealisasi akibat dari keterlambatan evaluasi APBDes. Budi menyesalkan hal tersebut, lantaran jika desa mau lebih awal menyelesaikan perencanaan APBDes, maka hal tersebut tidak akan terjadi.

“Sebenarnya, dalam penyusunan RAPBDes, pemerintah telah menyiapkan pendamping desa, baik dari kementerian, hingga kabupaten. Selain itu, tim pendamping dan koordinasi dari OPD terkait, juga kejaksaan, tentang penyusunan anggaran yang sesuai aturan,” jelas Sekda.

Ia mengharapkan, desa harus berkoordinasi dengan seluruh tim tersebut, guna memperlancar perencanaan APBDes di desa.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan, agar dana transferan dari pemerintah daerah dan pusat berupa DD dan ADD lebih digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat.

“Sesuai imbauan pak bupati, fokus alokasi DD dan ADD harus ke pemberdayaan. Sebab, masih banyak desa yang menggunakan DD dan ADD untuk program yang belum melibatkan peranan masyarakat secara maksimal. Padahal, salah satu program penuntasan kemiskinan adalah dengan memberdayakan masyarakat untuk bisa meningkatkan perekonomian,” terang Budi panjang lebar

Menurut Budi, konsep pemberdayaan dinilai mampu membuat masyarakat lebih kreatif dan mandiri, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi dapat berpikir kreatif untuk peningkatan ekonomi keluarganya.

“APBDes salah satu sumbernya kan juga dari DD dan ADD, jadi kalau bisa ya membuat program yang masyarakat diikutkan, pasti nanti masyarakatnya bakal lebih mandiri,” tutup Sekda. (nurul jamilah/hei)