Berita Umum
01 Februari 2018, 16:26 WIB
Foto : Para petani garam di Kabupaten Tuban saat membawa hasil panennya.(chusnul huda)

Tubankab - Kebijakan pemerintah pusat melakukan impor garam nampaknya tak berlaku untuk wilayah Kabupaten Tuban. Pasalnya, garam hasil produksi panen petani garam lokal Tuban sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, justru produksi garam lokal Tuban mampu mensuplai ke beberapa wilayah di tanah air.

Hal tersebut disampaikan oleh Mudi, salah seorang petani garam asal Desa Cempokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Kamis (01/02). Menurutnya, saat ini adalah masa keemasan bagi para petani garam, karena hasil panen melimpah ruah setelah menunggu bertahun-tahun.

Namun, lanjut Mudi, karena pemerintah pusat punya kebijakan impor garam, para petani garam mengeluh dan khawatir mempengaruhi produksi garam mereka. “Intinya kami sangat menolak garam impor, meskipun secara kualitas memang lebih bagus,” ucap pria 47 tahun tersebut.

Ia mengaku, boleh saja pemerintah mengimpor garam, tapi tidak terlalu banyak. Sebab, menurutnya, kebutuhan garam dalam negeri tidak sampai 4 juta ton atau sekitar 3 juta ton. Karena berdasarkan analisanya, hasil produksi garam dalam negeri mencapai angka 2 juta ton, tetapi kebijakan pemerintah pusat untuk impor garam menembus angka 3,7 juta ton, dianggap menekan petani.

Hal inilah, imbuhnya, yang membuat petani garam mendesak agar pemerintah mengutamakan hasil produksi garam lokal dalam negeri, daripada memaksakan impor yang berakibat garam lokal kurang diminati.

Ditanya terkait stok garam di Tuban, pria berkaca mata ini mengaku garam Tuban stoknya melimpah dan lebih dari cukup. Bahkan, hasil produksi garam Tuban telah mampu mensuplai kebutuhan garam nasional.

“Biasanya garam Tuban mampu mensuplai kebutuhan garam di Bojonegoro, Lamongan, Juwana, Pati, Jawa Tengah, bahkan hingga keluar pulau yaitu Bali, Lampung dan beberapa daerah lainnya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, hasil  produksi garam di Kabupaten Tuban mencapai 35 ribu ton per tahun dengan luas lahan 400 hektare. Saat ini, harga garam kualitas biasa mencapai Rp.2.100 per kilogram dan kualitas super Rp.2.300 per kilogram. Dalam sebulan minimal 4 kali bisa mensuplai ke beberapa daerah tersebut. (chusnul huda/hei)