Berita Umum
02 Februari 2018, 11:21 WIB
Foto : Kadept Komunikasi dan Sarana Umum PT. Semen Gresik Aris Sunarso saat memberikan penjelasan terkait program fatting pada peternak kambing. (Humas PT Semen Gresik)

Tubankab - Dalam rangka mengapresiasi atas keberhasilan para peternak kambing dalam program breeding (kembang biak) pada 2015-2016 di Desa Jenggolo dan Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, PT. Semen Gresik memberikan program lanjutan, yaitu Peningkatan Produktivitas Peternak Kokoh Semen Gresik, berupa peningkatan produktivitas melalui penggemukan Kambing (fattening).

Program baru tersebut belum lama ini di-launching di Gedung Auditorium Pabrik Tuban yang dihadiri oleh Kepala Departement (Kadept) Komunikasi dan Sarana Umum PT. Semen Gresik, Aris Sunarso, untuk Pemkab Tuban diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan & Pembangunan Setda Tuban, Kartono, kemudian hadir pula perwakilan dari Kecamatan Jenu beserta 2 Kades, yaitu Kades Jenggolo dan Kades Sekardadi. Selain itu, juga ada dari lembaga pendidikan, yaitu Rektor Universitas Ronggolawe (Unirow) Tuban, Supiana Dian Nurcahyani dan para tim ahli pendamping program peternakan.

Terdapat perbedaan di program yang baru di-launching ini dengan program sebelumnya (breeding). Bila program sebelumnya fokus pada breeding dan bantuan ternak kambingnya diberikan kepada perorangan di masing-masing kelompok, kali ini fokus pada fattening yang pengelolaannya melalui kelompok, karena bantuan kambing juga diberikan kepada setiap kelompok. Pembentukan kelompok sudah ditetapkan di program sebelumnya, yaitu di Desa Sekardadi terdapat 1 kelompok, demikian halnya di Desa Jenggolo, sedangkan tiap kelompok beranggotakan 10 orang.

Dalam sambutannya, Kadept Komunikasi dan Sarana Umum PT Semen Gresik, Aris Sunarso mengatakan bahwa program fattening sini merupakan program lanjutan setelah adanya program breeding. Dengan melihat tekad yang kuat dari para peternak di Desa Jenggolo dan Desa Sekardadi hingga berhasil mengembangbiakan ternak kambingnya menjadi jumlah yang berlipat-lipat, oleh karena itu, program lanjutan ini diberikan.

“Semoga program yang dicanangkan ini bisa berlanjut, keberhasilan yang telah dicapai nantinya dapat ditularkan atau diajarkan kepada yang lain, sehingga mereka akan tertarik, apabila sudah tertarik dan mengikuti, nanti akan menjadi sentra yang kuat,’’ tutur Aris.

Aris menjelaskan bahwa saat program pemberdayaan masyarakat telah diluncurkan, keberhasilannya ditunjang adanya 3 pilar utama, yang pertama adalah program itu dapat memberikan aspek ekonomi atau ada nilai tambah bagi pesertanya, yang kedua para peserta benar-benar mempunyai tekad yang kuat, sedangkan yang ketiga adalah pendampingan yang gigih dan konsisten.

Sementara itu, menurut Rektor Unirow Tuban, Supiana Dian Nurcahyani, program ini sejalan dengan misi di bidang pertanian maupun peternakan dari pemerintah, yaitu membentuk peternak yang tangguh untuk memperkokoh kesejahteraan peternak. Perlu disadari, lanjut Supiana, dalam upaya meningkatkan swasembada pangan, bidang peternakan juga merupakan faktor yang vital, tetapi jarang disadari karena terkadang profesi peternak hanya menjadi pekerjaan sambilan, yang lebih diutamakan adalah pertaniannya.

“Padahal, itu adalah sinergi antara pertanian dan peternakan, karena limbah dari pertanian juga bermanfaat pada peternakan dan sebaliknya,’’ tukasnya. 

Kemudian ia memaparkan bagaimana melihat suatu permasalahan menjadi peluang bisnis yang bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, contohnya apabila terjadi kelangkaan daging, tentunya dapat memotivasi pihaknya untuk menangkap peluang ini sebagai peluang bisnis yang bisa memberdayakan masyarakat. Artinya, masyarakat punya potensi untuk mengembangkan kompetensinya, termasuk mampu mengubah mindsite dengan menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Seperti halnya pada program penggemukan kambing. Belum tentu bibit yang jelek akan tetap menjadi seperti itu atau mungkin tidak bisa gemuk, karena dengan sentuhan ilmu dan teknologi, pengelolaan pakan dan pembudidayaan yang baik itu bisa meningkatkan ternak kita menjadi sehat dan gemuk,’’ujarnya panjang lebar.

Perusahaan ini, sambung Supiana, adalah aset yang terbesar dan menjadi kebanggaan semua, terlebih peduli dan mau menginisiasi, serta memfasilitasi program yang bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga dengan perusahaan ini bisa bersama mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi bermanfaat. “Kami dari universitas siap membantu, karena riset yang kami lakukan adalah semata-mata untuk pengabdian kepada masyarakat,’’ tandas Supiana.

Senada yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian, Keuangan & Pembangunan Setda Tuban Kartono, yang selama ini ikut mengawal implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban. Ia mengakui bahwa dari tahun ke tahun nilai CSR dari PT. Semen Gresik masih terbesar di Kabupaten Tuban dan berharap program-program CSR perusahaan dapat disinergikan dengan program prioritas dari Pemkab Tuban. Sebagaimana yang telah menjadi prioritasnya adalah penanggulangan kemiskinan.

“Untuk pelaksanaan program CSR perusahaan juga dikoordinasikan dengan instansi terkait di jajaran Pemkab Tuban, sehingga saat terdapat permasalahan akan bisa saling terkait, terutama apabila sampai terjadi adanya wabah penyakit menular, karena Pemkab Tuban berwenang dalam melakukan tindakan pemberantasan dan penanggulangannya,’’ pungkas Kartono. (wan/hei)