Kegiatan Pemerintahan
09 Februari 2018, 16:44 WIB
Foto : Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya. (nurul jamilah)

Tubankab - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tuban akan kembali memulai kiprahnya di tahun ini.

Kepala Diskoperindag Tuban Agus Wijaya ketika dikonfirmasi, Jumat (09/02) mengatakan, setelah dua tahun vacum, TPID akan kembali dihidupkan mulai tahun ini. “Memang sempat vakum, dan akan mulai action kembali tahun ini. Peranan Diskoperindag yang duluhnya sebagai angota, saat ini dipercaya menjadi sekretariat,” terang mantan Kabag Humas Protokol Setda Kabupaten Tuban ini.

Agus menegaskan, tugas Diskoperindag saat ini adalah membangun komunikasi sekaligus melaksanakan monitoring evaluasi terhadap bahan pangan yang dapat menyebabkan inflasi daerah. “Kami akan melakukan komunikasi dengan semua anggota perihal yang perlu dilakukan,’’ katanya.

Bersama dengan anggota TPID lainnya, monitoring bahan kebutuhan yang bisa memicu timbulnya inflasi dilakukan dengan mengawasi lalulintas keluar masuk beras. Seperti melaksanakan pengawasan beras mulai dari panen hingga tujuan distribusi.

“Kami akan segera melakukan pengawasan, seperti saat ini perihal beras. Ini dilakukan guna mengetahui, di mana saja beras tersebut menyebar,” pungkas Agus.

Inisiatif pembentukan TPID secara nasional dimulai sejak 2008 dengan dukungan dari berbagai kalangan, khususnya di daerah. Setidaknya,  telah terbentuk 93 TPID di 33 provinsi yang mencerminkan semakin tingginya kesadaran daerah terhadap implikasi inflasi bagi kegiatan pembangunan dan untuk kesejahteraan masyarakat secara umum. (nurul jamilah/hei)