Kegiatan Pemerintahan
12 Februari 2018, 13:23 WIB
Foto : Bupati Huda (kiri) saat mengalungkan tanda tanda peserta ke salah satu peserta diklat. (nanang w)

Tubankab - Ada sejumlah hambatan yang ditemui sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Tuban dalam mengembangkan inovasi, di antaranya jumlah personel yang minim, kompeten ASN serta sarana dan prasarana.  

Hal itu diungkapkan Bupati Tuban H. Fatchul Huda saat memberikan sambutan pada upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV angkatan 169 di Hotel Willis Kecamatan Jenu, Tuban, Senin (12/02).

"Perkembangan zaman sangat cepat, pengetahuan kita yang lalu, tidak bisa kita terapkan saat ini. Masyarakat karakternya selalu berubah," imbuh Huda. 

Bupati dua periode ini juga mengatakan, banyak masyarakat yang sudah berubah karakternya, terlebih, yang bermunculan di media sosial, sebagian besar dari mereka memiliki karakter menghujat pemerintah. Padahal, imbuh Huda, pemkab sudah menyediakan sarana, seperti taprose temanku, muhasabah, radio Pradya Suara, dan layanan on call sebagai tempat mencurahkan hati. 

Tak hanya perubahan karakter masyarakat, bupati yang juga seorang ulama ini juga menyoroti perubahan teknologi. Menurutnya, jika semua masih berpedoman pada cara-cara manual dan konvensional, niscaya akan mengalami keterlambatan dalam hal apapun juga. 

"Inilah perlunya kita melaksanakan diklat. Kompetensi harus ditingkatkan terus menerus," cetus Huda. 

Lebih jauh, suami dari Qodriyah ini juga meminta kepada seluruh pejabat, khususnya eselon IV, untuk mempelajari administrasi, terkait e-planing dan e-goverment. Pasalnya, kinerja ASN harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Bupati asal Desa Talun, Kecamatan Montong ini juga menegaskan, diklat merupakan pondasi ilmu yang bisa dikembangkan. Sebab, tidak mungkin menyelesaikan semua permasalahan hanya dengan diklat. Namun demikian, dengan diklat diharapkan akan ada pengembangan-pengembangan dengan memanfaatkan berbagai referensi. 

"Nanti saya minta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan hal yang baru. Aplikasi baru yang kaitannya memajukan pemerintahan kita. Kemarin boleh SAKIP kita B. Tahun ini harus BB," pungkas Huda. (nanang wibowo/hei)