Kegiatan Pemerintahan
12 Februari 2018, 15:57 WIB
Foto : Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Ir. Supriono. (nurul jamilah)

Tubankab - Kepercayaan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Tuban di bidang pertanian, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan optimis dapat meningkatkan produksi tanaman pangan, setidaknya dua komoditas pangan, yaitu padi dan jagung yang tercatat unggul di Jawa Timur.

Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Ir. Supriono dalam program acara ‘Monday Talk’ di Radio Pradya Suara, Senin (12/02) pagi mengatakan, potensi Kabupaten Tuban di bidang pertanian sangat melimpah, utamanya komuditas pangan seperti padi dan jagung.

“Topografi kita sangat mendukung, apalagi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, potensi tanaman padi sangat melimpah, untuk perbatasan hutan juga dimanfaatkan untuk tanaman jagung dan kacang tanah,” terang Supriono.

Tak bisa dipungkiri, Luas Tambah Tanam (LTT) Tuban untuk tanaman padi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir selalu  melampaui target. Hal tersebut juga berdampak pada jumlah produksi beras yang mengalami surplus hingga 60,06 persen.

“Kami selalu melampaui target yang dipasang oleh pemerintah pusat. Seperti di 2017, dari target 101.913 hektare, dapat terealisasi seluas 103.238 hektare. Untuk jumlah produksi, kami juga mengalami kenaikan. Di 2017 produksi padi dari target 607.316 ton, hingga akhir 2017, dapat terealisasi hingga 627.774 ton,” jelentrehnya.

Sementara itu, untuk tanaman jagung, dari target LTT 2017 seluas 97.067 hektare, hingga akhir 2017 dapat terealisasi hingga 119.118 hektare. Produksi pun juga mengalami peningkatan secara signifikan. “LTT yang terlampaui, berdampak sangat positif pada produksi jagung kita, yaitu sebesar 610.854 ton, dari target 528.853 ton. Angka ini telah mengukuhkan kita menjadi penghasil jagung terbanyak di Jawa Timur,” kata Supriono.

Ditanya target LTT dan produksi padi dan jagung 2018, Supriono mengatakan, pihaknya optimis dapat mencapai target seperti tahun sebelumnya. “Kami tetap optimis, 2018 dapat kembali mencapai target, dengan penyuluhan yang selalu kami lakukan, serta kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan TNI melalui Babinsa yang tersebar di seluruh desa. Target LTT 105.721 hektare dengan produksi sebanyak 629.859 ton dapat terpenuhi,” pungkasnya. (nurul jamilah/hei)