Kegiatan Pemerintahan
13 Februari 2018, 11:47 WIB
Foto : Disparbudpora Tuban gelar pembinaan dan sertifikasi pemandu wisata adventure yang ada di kawasan wisata Kabupaten Tuban. (chusnul huda)

Tubankab - Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban menggelar pembinaan dan sertifikasi pemandu wisata adventure yang ada di kawasan wisata Kabupaten Tuban.

Kegiatan tersebut diikuti 30 perwakilan pengelola atau pemandu wisata yang sudah terdaftar di Disparbudpora Tuban selama 2 hari (12 – 13 Februari) bertempat di Gang Resto, Jalan Pramuka, Tuban.

Suwanto, Kabid Pariwisata Disparbudpora Tuban, Selasa (13/02) saat dikonfirmasi menyampaikan, Tuban saat ini sedang berkembang tempat wisata yang dikelola masyarakat. Pemkab sendiri sudah mencoba meningkatkan pelayanan objek-objek wisata dan berupaya mengarahkan untuk pengelolaan yang ditangani masyarakat.

“Selama setahun terakhir banyak sekali desa yang selaras dengan Peraturan Menteri (Permen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, dalam rangka mendorong dengan cara mengembangkan potensi wisata yang ada di desa,” ucapnya.

Hal itu, menurutnya, seperti gayung bersambut dengan program Disparbudpora Tuban yang berusaha optimal mengembangkan objek-objek wisata. Seperti, mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), akomodasi hotel dan restoran serta sertifikasi. Untuk tahun ini, pihaknya menggarap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang merupakan dasar pengelolaan wisata di desa-desa.

“Kami arahkan dan dorong mereka (Pokdarwis) untuk tetap bersinergi dengan desa, karang taruna agar dilibatkan, karena mereka berada pada naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” imbuh Suwanto.

Terkait pembinaan dan sertifikasi tersebut, Disparbudpora Tuban telah mengundang ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Andi Yuwono sebagai narasumber untuk mengarahkan pengelolaan pariwisata di Kabupaten Tuban secara profesional dan managerial kepariwisataan yang baik.

“Ini adalah peluang bagi Pokdarwis yang mengikuti pembinaan. Mumpung ada narasumber yang kompeten, sehingga diharapkan serius untuk mengikuti acara tersebut. Sedangkan proses sertifikasi ini nantinya, peserta akan disertifikatkan untuk mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata adventure dan ecoturism,” pungkasnya.

Sementara itu, Andi Yuwono, Ketua ASIDEWI mengatakan, Kabupaten Tuban memiliki bahan baku wisata yang luar biasa dibandingkan dengan daerah-daerah yang ada di Jawa Timur. Sehingga, menurutnya, tinggal mengolah dan memoles agar lebih berkualitas. (chusnul huda/hei)