Kegiatan Pemerintahan
13 Februari 2018, 17:27 WIB
Foto : Patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. (media center tuban)

Tubankab - Pemkab Tuban tak mau kecolongan dengan peristiwa perusakan di Masjid Baiturrohim, Kelurahan Kingking, KecamatanTuban, Selasa (13/02) dini hari, dan kasus perbaikan patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio, menjadi isu Suku Agama Rasa dan Agama (SARA) di Bumi Wali Tuban.

Gayung bersambut, semua elemen masyarakat, mulai dari Ormas kepemudaan (GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ormas Keagamaan dan pemerintah sendiri mengambil langkah dan sikap dengan cepat, agar peristiwa tersebut tidak membuat resah di tengah masyarakat.

“Untuk perbaikan Patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio, Pemkab sudah meminta pihak pengurus untuk menghentikan, dan pihak pengurus sudah mentaati,” kata Drs. Rohman Ubaid, Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tuban.

Begitu juga dengan peristiwa Masjid Baiturrohim, Kelurahan Kingking, KecamatanTuban, dari keterangan sementara pihak aparat Polres Tuban, bahwa pelaku berinisial AF (40), warga Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bhayangkara Polda Jatim, guna memastikan kesehatan pelaku, apakah mengidap gangguan jiwa atau hanya depresi, karena informasi sementara yang digali aparat, pelaku ada masalah keluarga serta istrinya yang kerap sakit-sakitan.

“Semua sudah selesai dan ditangani oleh petugas, oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat Tuban agar tidak terprovokasi dengan isu yang belum pasti kebenarannya, dan berita dari masyarakat melalui jejaring sosial yang sepotong-potong,” imbau Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tuban ini.

Hal yang sama juga disampikan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tuban yang menegaskan, kalau perusakan Masjid dilakukan oleh oknum yang diduga depresi, bukan oleh kelompok tententu, seperti yang tersebar di tengah masyarakat.

“Ini juga ada Takmir Masjid Baiturrohim, jadi bukan karena lokasi bersebelahan dengan gereja, terus ada perusakan. Yang pasti selama ini dan sampai hari ini, antara pengurus masjid dan pengurus gereja melakukan ibadah, seperti biasa di tempat masing-masing, dan tetap harmonis, yang merusak itu oknum yang diduga karena depresi,” kata KH Maduki Ketua FKBU Tuban di Kantor BAZNAS Tuban.

Di tempat terpisah, Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Syafiq Syauqi, LC, Ketua Pemuda Muhamdiyah, Edi Utomo, S.Pd.,MM,  juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia, Nasirul Umam mengimbau masyarakat Bumi Wali tenang dan tidak termakan isu SARA. Tiga Ormas kepemudaan ini juga meminta masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya peristiwa tersebut pada pihak yang terkait, baik aparat kepolisian ataupun PemkabTuban.

“Kabupaten Tuban tetap aman, semua sudah ditangani oleh aparat dan petugas yang berwenang, masyarakat tidak usah resah, apalagi termakan isu yang menyesatkan,” imbau Ketua GP Ansor Tuban, H. Syafiq Syauqi, LC. (media center tuban/hei)

Sumber : Media Center