Foto : Arumi Bachsin Elestianto Dardak usai jalani pelantikan. (ist)

Ketua Dekranasda Jatim Siap Lantik Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota Termasuk Tuban

Tubankab – Arumi Bachsin Elestianto Dardak resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur untuk masa jabatan 2025-2030. Pelantikan ini berlangsung di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (03/03) yang dipimpin oleh Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Gibran Rakabuming.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur, Arumi menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya dan komitmennya untuk terus memajukan sektor kerajinan di Jawa Timur. “Saya merasa sangat bersyukur dan terhormat bisa kembali mengemban amanah ini. Dekranasda Jatim akan terus berupaya memberdayakan para pengrajin agar semakin maju dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Arumi.

Arumi juga menjelaskan bahwa, setelah dilantik di Jakarta, dirinya akan segera melantik Ketua Dekranasda di tingkat Kabupaten/Kota, termasuk Kabupaten Tuban, Jumat (07/03) besok. Ia berharap bahwa dengan adanya pelantikan tersebut, lebih banyak daerah yang bisa berkembang dan berinovasi dalam sektor kerajinan. “Kami akan segera melantik Ketua Dekranasda di Kabupaten/Kota, untuk memastikan bahwa semangat pemberdayaan pengrajin lokal tersebar secara merata di seluruh Jawa Timur,” kata Arumi.

Sebagai Ketua Dekranasda Jatim, Arumi menyatakan bahwa dirinya akan berfokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kerajinan. Selama periode kepemimpinan sebelumnya, berbagai program inovatif telah dijalankan, termasuk pelatihan bagi pengrajin, pendampingan dalam pemasaran digital, serta fasilitasi akses permodalan. "Kami ingin para pengrajin tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan naik kelas. Dengan bimbingan yang tepat, mereka bisa memiliki daya saing lebih tinggi," tambahnya.

Arumi juga menekankan pentingnya inovasi dalam industri kerajinan dan mendorong pengrajin untuk menggabungkan kearifan lokal dengan tren pasar global. “Saya selalu percaya bahwa kreativitas adalah kunci. Jika kita bisa menggabungkan tradisi dengan inovasi, produk kita akan memiliki nilai lebih di mata konsumen,” ungkapnya.

Pada periode kepemimpinan 2025-2030 ini, Arumi berencana untuk lebih fokus dalam memperkuat pemasaran digital bagi para pengrajin. Pemanfaatan e-commerce dan media sosial akan menjadi strategi utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun internasional. “Saat ini, dunia digital adalah peluang besar. Kami ingin para pengrajin Jatim semakin melek teknologi dan bisa memasarkan produknya dengan lebih luas melalui platform digital,” kata Arumi.

Arumi juga berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri kerajinan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para pengrajin.

Selain itu, Arumi menekankan pentingnya regenerasi di sektor kerajinan. Ia berharap generasi muda semakin tertarik untuk terlibat dalam industri kreatif ini, baik sebagai pengrajin, desainer, maupun wirausahawan. “Anak-anak muda kita punya bakat luar biasa. Saya ingin melihat lebih banyak generasi muda terjun ke dunia kerajinan, membawa inovasi dan semangat baru,” harapnya.

Sebagai penutup, Arumi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung industri kerajinan lokal. “Mari kita cintai dan bangga menggunakan produk-produk lokal. Dengan begitu, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membantu perekonomian para pengrajin kita,” tutupnya. (*/dadang bs/hei)

comments powered by Disqus