Simulasi evakuasi warga saat latihan penanggulangan darurat kegagalan teknologi industri di Merakurak. (fuad)

Antisipasi Kegagalan Teknologi Industri, Pemkab Tuban dan PHE TEJ Gelar Simulasi Skala Besar di Merakurak

Tubankab – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE TEJ) menggelar simulasi skala besar Wet Drill – Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri, Kamis (30/7).

Latihan kedaruratan yang berpusat di Lapangan Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, ini melibatkan total 466 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas unsur Satuan Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB), TNI, Polri, tim PHE TEJ, serta Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dari desa-desa di sekitar area operasional perusahaan.

Bupati Tuban dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban, Agus Wijaya, M.A.P., menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana di Bumi Wali.

Berdasarkan kajian risiko BPBD Tuban, terdapat 15 potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Tuban, termasuk risiko kegagalan teknologi industri. Oleh karena itu, ketangguhan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

"Bencana bukan hanya urusan kemanusiaan semata, melainkan juga menyangkut investasi pembangunan ke depan. Langkah simulasi ini merupakan tahapan nyata untuk melindungi masyarakat serta mewujudkan infrastruktur dan utilitas daerah yang terpadu dan berwawasan lingkungan, selaras dengan semangat Bangun Deso Noto Kutho," tegas Agus Wijaya.

Pemkab Tuban juga menekankan kepada seluruh unsur yang terlibat agar memahami standar operasional prosedur (SOP) dengan penuh tanggung jawab, sehingga penanganan darurat dapat berlangsung cepat dan dampaknya dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tuban, Drs. Sudarmaji, M.M., menjelaskan simulasi kali ini dirancang dalam skala besar dengan mengerahkan 466 personel gabungan di lapangan untuk menguji kesiapan SDM sekaligus peralatan penanggulangan bencana yang dimiliki daerah dan perusahaan.

"Hari ini kita latih secara maksimal. Secara khusus yang kita latih adalah para anggota Destana di Desa Sumber dan Desa Sambonggede yang lokasinya berdekatan dengan perusahaan. Dalam skenario ini, kita mensimulasikan penanganan darurat kebakaran di area operasional PHE TEJ," terang Sudarmaji.

Sudarmaji menambahkan, saat ini BPBD Kabupaten Tuban telah menjalin kerja sama penanggulangan bencana dengan delapan perusahaan di wilayah Tuban. Pihaknya mengapresiasi konsistensi PHE TEJ dan PT Pertamina EP yang rutin menggelar simulasi keadaan darurat setiap tahun.

Pelaksanaan simulasi di wilayah Merakurak ini melengkapi serangkaian latihan kedaruratan yang rutin diselenggarakan BPBD Tuban bersama perusahaan migas di daerah.

Sebelumnya, pada 1 Juli 2026, BPBD Kabupaten Tuban bersama PT Pertamina EP Sukowati Field juga telah menyelenggarakan Wet Drill – Command Post Exercise di Kecamatan Palang. Jika latihan di Kecamatan Palang difokuskan pada penanganan pencemaran minyak di wilayah perairan laut, maka latihan bersama PHE TEJ di Kecamatan Merakurak kali ini difokuskan pada penanganan dampak kegagalan teknologi industri di wilayah daratan sekitar operasional perusahaan.

Rangkaian kegiatan ini diawali dengan rapat koordinasi pada 15 Juli 2026 di Ruang Rapat Pusdalops-PB, dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sumber dan Desa Sambonggede pada 22 Juli 2026, hingga puncak latihan lapangan Wet Drill yang diselenggarakan hari ini.

Melalui latihan terpadu ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan sesuai prosedur tetap ketika menghadapi potensi kedaruratan bencana industri di Kabupaten Tuban. (fufu/yav)

comments powered by Disqus