Tiga Mahasiswa Tuban Antar Bayucaraka ITS Jadi Juara Umum KRTI 2026
- 29 September 2026 22:14
- Yavid
- Umum,
- 8
Tubankab – Tiga mahasiswa asal Kabupaten Tuban turut membawa nama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), 21–25 September 2026. Capaian tersebut diraih Tim Bayucaraka ITS setelah memborong sejumlah prestasi di tiga divisi.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Muhammad Adzin Naufal Agustiyono, mahasiswa semester 3 Jurusan Teknik Kimia Industri; Andra Seto Anggoro, mahasiswa Jurusan Teknik Komputer; serta Muhammad Arifin Ilham, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin. Ketiganya menjadi bagian dari Tim Bayucaraka ITS yang fokus pada riset dan pengembangan teknologi robot terbang atau pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle/UAV) secara otonom.
Dalam KRTI 2026, Bayucaraka ITS meraih Juara I Divisi Fixed Wing, Juara I Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA), serta Juara Harapan I Divisi Technology Development. Rangkaian capaian tersebut mengantarkan ITS menjadi Juara Umum KRTI 2026.
Gelar Juara Umum diterima ITS dalam closing ceremony dan awarding KRTI 2026 yang berlangsung Jumat (25/9/2026) malam. ITS juga menerima piala bergilir Danadyaksa Dirgantara yang diserahkan oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, M.Eng.Sc., serta Koordinator Dewan Juri Mona Arif Muda, S.T., M.T.
KRTI 2026 mempertemukan 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam lima divisi, yakni Racing Plane, Fixed Wing, Vertical Take Off Landing (VTOL), Long Endurance Low Altitude (LELA), dan Technology Development.
Kompetisi tersebut menguji berbagai aspek pengembangan UAV, mulai dari kemampuan terbang, desain, strategi, pengembangan teknologi, hingga kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Pada Divisi Fixed Wing, Bayucaraka ITS meraih Juara I melalui pengembangan inovasi gimbal roll axis. Teknologi tersebut memberikan fleksibilitas dalam menjalankan misi pemetaan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan ketika wahana terbang lurus.
General Manager Tim Bayucaraka ITS Putu Arya Yubi Wirayudha menjelaskan, inovasi tersebut memungkinkan proses pemetaan tetap dilakukan ketika pesawat sedang berbelok.
“Hal itu diusung untuk fleksibilitas misi pemetaan dari sebelumnya yang hanya bisa dilakukan saat wahana terbang lurus, kini juga bisa dilakukan bahkan saat berbelok,” jelas Arya Yubi.
Sementara itu, pada Divisi Long Endurance Low Altitude (LELA), Bayucaraka ITS kembali meraih Juara I. Pada divisi ini, tim mengembangkan inovasi pada mekanisme dropping untuk menjaga payload yang dibawa pesawat tetap aman selama penerbangan sekaligus dapat dilepaskan dengan baik ketika mencapai target.
Adapun pada Divisi Technology Development, Bayucaraka ITS meraih Juara Harapan I. Tim mengembangkan inovasi pada bagian airframe dengan rancangan single boom tail tricopter tilt rotor.
Capaian dari tiga divisi tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan Bayucaraka ITS meraih gelar Juara Umum KRTI 2026. Prestasi itu merupakan hasil persiapan panjang yang dilakukan tim sejak berakhirnya KRTI 2025.
Arya Yubi mengungkapkan, setiap kategori lomba memiliki karakteristik misi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, tim melakukan berbagai tahapan mulai dari riset, desain, pembuatan, pengujian, hingga evaluasi secara berulang untuk memastikan teknologi yang dikembangkan dapat bekerja optimal di lapangan.
“Bukan hanya sekadar tempat mencapai juara, tetapi bagaimana inovasi kami dapat diterapkan di kompetisi yang sebenarnya,” tuturnya.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat tiga mahasiswa asal Tuban yang turut menjadi bagian dari tim. Salah satunya Muhammad Adzin Naufal Agustiyono, warga Lingkungan Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.
Bayucaraka ITS sendiri merupakan tim riset ITS yang berfokus pada pengembangan teknologi robot terbang atau pesawat tanpa awak secara otonom. Teknologi yang dikembangkan diarahkan untuk mampu menyelesaikan berbagai misi sesuai kebutuhan dan permasalahan di lapangan.
Dalam pengembangannya, Bayucaraka ITS memiliki lima divisi. Divisi VTOL (Vertical Take Off and Landing) berfokus pada pengembangan drone yang mampu melakukan lepas landas dan pendaratan secara vertikal. Sementara itu, Divisi Fixed Wing mengembangkan pesawat sayap tetap untuk berbagai kebutuhan, seperti tanggap darurat, mitigasi bencana, layanan kota cerdas, pemantauan, pengiriman logistik, dan pemetaan wilayah udara.
Adapun Divisi Racing Plane mengembangkan pesawat balap tanpa awak berkecepatan tinggi yang mampu terbang secara otomatis. Divisi Technology Development berfokus pada riset dan pengembangan komponen serta teknologi pendukung sistem terbang UAV. Sementara Divisi LELA mengembangkan pesawat tanpa awak otonom dengan kemampuan terbang jarak jauh secara stabil dan efisien, termasuk target penerbangan hingga 60 kilometer.
Bagi Naufal, keberhasilan menjadi bagian dari Tim Bayucaraka ITS bukan sekadar tentang meraih gelar juara. Prestasi tersebut menjadi pengalaman sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan menjadi bagian dari kemajuan teknologi di masa depan.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Tuban agar berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan mengambil kesempatan untuk berprestasi di tingkat yang lebih luas.
“Harapan saya untuk seluruh generasi muda di Tuban: jangan biarkan mimpi kalian terkunci di tanah. Hancurkan dinding keraguan, bentangkan sayap inovasi kalian, dan terbanglah setinggi mungkin,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan bersama teman-teman dan Tim Bayucaraka ITS menjadi bukti bahwa generasi muda dari daerah juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya dan inovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Jika hari ini saya bersama teman-teman dan Tim Bayucaraka ITS berhasil menerbangkan teknologi kita hingga menjadi Juara Umum di puncak nasional dan langit Nusantara, maka esok hari giliran kalian yang harus mengendalikan kemudi,” ujarnya.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Tuban. Tiga mahasiswa asal Tuban turut mengambil bagian dalam perjalanan Bayucaraka ITS meraih Juara Umum KRTI 2026 sekaligus menunjukkan bahwa semangat belajar, riset, inovasi, dan keberanian mencoba dapat membawa generasi muda daerah tampil di panggung nasional.
"Mari terbang tinggi, melampaui batas, dan buktikan pada dunia bahwa pemuda Tuban meripakan agen perubahan di masa depan," pungkasnya. (kdg/yav)










