Bumi Plumpang Mulai “Di-Rontgen”, Survei Seismik 2D Lamturo Petakan Potensi Migas
- 29 September 2026 15:55
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 17
Tubankab – Seperti menjalani pemeriksaan rontgen, kondisi bawah permukaan bumi perlu dipetakan untuk mengetahui struktur batuan dan potensi sumber daya di dalamnya. Proses itulah yang akan dilakukan melalui Survei Seismik 2D Lamturo di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan dipahami masyarakat, sosialisasi tingkat kecamatan digelar di Pendopo Kecamatan Plumpang, Selasa (29/9). Kegiatan tersebut melibatkan SKK Migas, PT Pertamina EP, PT BGP Indonesia, jajaran Forkopimcam Plumpang, perwakilan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, serta para kepala desa, sekretaris desa, dan Ketua BPD dari wilayah yang masuk lintasan survei.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP., M.AP., Kapolsek Plumpang AKP Danny Rhakasiwi, S.H., M.H. beserta anggota, Danramil 0811/08 Plumpang Kapten Inf. Siswanto beserta jajaran, serta Sekcam Plumpang Devie Linggar Buanasari, S.IP., M.AP.
Selain itu, Security Officer perwakilan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letkol Ctp Dr. Hendri Susilo, S.Kom., M.Sc., serta Humas PT BGP Indonesia Rajendra Yahya Undap turut memberikan penjelasan mengenai aspek pengamanan dan teknis pelaksanaan survei.
Dalam sambutannya, Camat Plumpang Saefiyudin menyampaikan bahwa kebutuhan energi nasional terus menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, upaya mencari dan memetakan sumber daya energi baru menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan energi.
"Kebutuhan energi di negara kita terus meningkat seiring bertambahnya populasi. Oleh karena itu, langkah eksplorasi seperti survei seismik ini sangat krusial untuk menemukan sumber daya baru demi kedaulatan energi bangsa," ujar Saefiyudin.
Menurutnya, Kecamatan Plumpang bersama sejumlah desa yang dilintasi survei merupakan bagian dari wilayah yang masuk dalam area studi. Karena itu, kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diperlukan agar seluruh tahapan kegiatan dapat berlangsung aman dan kondusif.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Letkol Ctp Dr. Hendri Susilo menjelaskan keterlibatan unsur Kemhan dalam mengawal kegiatan tersebut. Menurutnya, ketahanan energi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pertahanan dan kedaulatan negara.
"Survei seismik 2D Lamturo ini mencakup wilayah Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro (Lamturo). Tugas kami adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi berjalan sesuai dengan security clearance dan prosedur operasi standar yang aman, efisien, serta menghormati hak-hak masyarakat," jelas Letkol Hendri.
Di sisi lain, Kapolsek Plumpang AKP Danny Rhakasiwi mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi sejak awal kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat. Menurutnya, keterbukaan informasi penting agar masyarakat memahami tahapan kegiatan yang akan berlangsung di wilayah mereka.
"Kami dari Polsek Plumpang bersama Danramil berkoordinasi erat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap para Kades dan BPD dapat meneruskan pemahaman ini kepada warga masyarakat di desanya masing-masing," tutur AKP Danny Rhakasiwi.
Senada dengan itu, Danramil 0811/08 Plumpang Kapten Inf. Siswanto menyatakan kesiapan jajaran TNI di tingkat koramil untuk mendampingi dan mendukung kelancaran kegiatan di lapangan. Ia juga menyebut keterlibatan pemerintah desa, BPD, dan kelompok tani penting untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tetap memperhatikan keamanan serta kenyamanan warga.
Selanjutnya, pada sesi pemaparan teknis, Humas PT BGP Indonesia Rajendra Yahya Undap menjelaskan tahapan Survei Seismik 2D Lamturo. Ia mengibaratkan survei seismik sebagai proses USG atau rontgen bagi bumi untuk memetakan struktur batuan di bawah permukaan.
Adapun tahapan kegiatan meliputi pemetaan topografi, perintisan lintasan, pendataan awal kepemilikan lahan, pengeboran dangkal, proses perekaman getaran (recording), hingga pengembalian kondisi lahan.
"Setiap tahapan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, keterlibatan tenaga pendamping desa setempat, serta sistem ganti rugi atau kompensasi yang adil dan transparan sesuai dengan peraturan yang berlaku," terang Rajendra.
Di Kecamatan Plumpang, terdapat enam desa yang masuk dalam lintasan kegiatan, yakni Desa Kebomlati, Kedungsoko, Plumpang, Penidon, Bandungrejo, dan Klotok.
Karena menyangkut aktivitas di wilayah desa, para kepala desa dan BPD yang hadir juga menyampaikan sejumlah pertanyaan teknis. Pembahasan terutama berkaitan dengan jadwal pelaksanaan di lapangan agar dapat disesuaikan dengan aktivitas masyarakat, termasuk masa tanam dan panen.
Dengan demikian, sosialisasi tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari koordinasi antara pelaksana kegiatan dan pemerintah desa sebelum tahapan survei berlangsung. (sis jp/yav)










