Kelompok IKM olahan ikan Bulujowo berfoto bersama di stan bertema kekayaan pesisir dalam ajang BUMEX 2026. (ist)

Usung Konsep “Kekayaan Pesisir”, Sentra IKM Bulujowo Binaan Disnakerin Tuban Sabet Juara 1 BUMEX 2026

Tubankab – Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Olahan Ikan Bulujowo meraih Juara 1 dalam ajang Bancar UMKM Expo (BUMEX) 2026 yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bulumeduro. Prestasi yang ditandai dengan penyerahan trofi dan sertifikat ini menjadi hasil pembinaan Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin).

Dalam ajang tersebut, Desa Bulujowo menghadirkan stan bertema “Kekayaan Pesisir” yang memadukan nuansa khas pesisir dengan beragam produk olahan hasil laut. Ketua Kelompok Mina Karya sekaligus pelaku UMKM binaan Disnakerin, Zulaechah, mengatakan daya tarik stan mereka terletak pada perpaduan tampilan yang mencerminkan kehidupan pesisir dan produk olahan hasil pembinaan.

Beragam produk yang dipamerkan merupakan hasil pelatihan yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Produk tersebut meliputi abon ikan tuna, pampis ikan tuna, sei ikan, amplang ikan, kerupuk ikan, ikan presto, pastel kering isi abon ikan, serta aneka sambal botolan berbahan cumi, teri, dan rebon.

Kepala Bidang Perindustrian Disnakerin Kabupaten Tuban, Eryan Dewi Fatmawati, menjelaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil proses pembinaan yang berlangsung secara bertahap. Sentra IKM Bulujowo merupakan satu dari lima sentra IKM makanan dan minuman yang mendapat pembinaan intensif pada 2026 melalui DBHCHT.

“Pembinaan dilaksanakan selama delapan hari. Empat hari untuk pembinaan teknis penciptaan dan diversifikasi produk, dilanjutkan dengan pembinaan sertifikasi, standardisasi (NIB, PIRT, Halal, Merek, Kemasan), hingga kelembagaan sentra. Sebagai wujud pembuktian kemampuan produksi, kami meminta mereka memproduksi mandiri di rumah dan berani memasarkan di BUMEX ini. Alhamdulillah, didukung penuh oleh Pemdes Bulujowo dan Disnakerin, semangat luar biasa mereka berbuah Juara 1,” terang Eryan.

Di samping itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, menjelaskan bahwa pembinaan legalitas dan kualitas produk dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi, mulai dari fasilitasi NIB bersama DPMPTSP, penyuluhan keamanan pangan dan bimtek PIRT bersama Dinkes P2KB Tuban pada 22–23 Oktober, hingga pengurusan sertifikasi halal, pendaftaran merek, dan desain kemasan oleh Disnakerin.

“Pembinaan dilakukan secara kolaboratif, mulai dari fasilitasi NIB dan PIRT bersama instansi terkait hingga sertifikasi halal, pendaftaran merek, dan desain kemasan yang difasilitasi Disnakerin,” urainya.

Adapun bagi para pelaku IKM, penghargaan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Mahmudah dari Kelompok IKM Samudra Rasa mengaku terharu karena tidak menyangka kelompoknya meraih posisi pertama. Menurutnya, tujuan awal mereka mengikuti BUMEX hanya untuk memperkenalkan potensi hasil laut dan budaya pesisir khas Bancar.

“Kami sangat bangga. Terima kasih kepada Mas Bupati dan Pemkab Tuban melalui Disnakerin atas dukungan penuhnya. Bekerja dalam kelompok memang tidak mudah, ada kalanya kami cekcok dan semangat naik-turun. Namun, kesabaran dan ketulusan para pembina serta instruktur dari LPK Gading, Ibu Kristin, Ibu Titik, dan Ibu Sibelawanti, luar biasa menjaga kami tetap kompak,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Bulujowo, Sarmin, berharap penghargaan BUMEX 2026 menjadi penyemangat bagi empat kelompok IKM binaan Disnakerin di desanya untuk terus mengembangkan produk. Setiap kelompok memiliki produk unggulan yang berbeda dan saling melengkapi.

“Empat kelompok ini memiliki spesialisasi yang saling melengkapi. Kelompok Mina Karya unggul dengan presto ikan laut dan sambal seafood, lalu Kelompok Tirta Bahari memproduksi pampis ikan. Kemudian ada Kelompok Samudra Rasa dengan produk andalan abon dan amplang ikan, serta Kelompok Kanjeng Mami yang sukses memproduksi sei ikan dan kerupuk ikan,” urai Sarmin.

Dengan bekal pelatihan dan pendampingan, para pelaku IKM berharap produk olahan hasil laut Bulujowo dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Sarmin menyebut penghargaan tersebut sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas produk dan pengelolaan usaha.

“Bismillah, ini menjadi titik awal bagi kami untuk menghadirkan standar baru pada produk olahan. Dengan teknologi pengolahan yang lebih modern dan manajemen yang lebih rapi, kami siap menciptakan produk yang bernilai jual tinggi di pasar yang lebih luas. Kemandirian finansial bukan lagi sekadar impian, melainkan tujuan nyata yang sedang kami bangun selangkah demi selangkah,” pungkasnya. (fufu/yav)

comments powered by Disqus