Bekali Siswa Sekolah Rakyat Tuban, Duta Damai BNPT Jatim Dorong Generasi Muda Cerdas Bermedia dan Antibullying
- 20 August 2026 18:32
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 12
Tubankab – Memasuki era digital, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak menjadi bekal penting bagi generasi muda. Karena itu, pesan tersebut disampaikan Ketua Duta Damai BNPT Regional Jawa Timur, Achmad Reza Rafranjani, saat memberikan edukasi kepada peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, Rabu (19/8).
Kegiatan yang berlangsung di aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban tersebut merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan edukasi mengenai penggunaan internet dan media sosial secara sehat, pengawasan waktu penggunaan gawai (screen time), serta pencegahan bullying, intoleransi, dan kekerasan.
Achmad Reza Rafranjani menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan siswa dalam mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara bijak. Menurutnya, internet dan media sosial dapat menjadi ruang untuk belajar dan mengembangkan potensi. Namun, di sisi lain, keduanya juga memiliki risiko apabila digunakan tanpa literasi dan pengawasan yang memadai.
“Menjadi generasi digital bukan hanya tentang bisa menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana kita mampu mengendalikan diri dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif,” ujar Achmad Reza Rafranjani.
Selanjutnya, peserta didik mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya mengatur waktu penggunaan gawai. Para siswa diajak menjaga keseimbangan antara aktivitas digital, belajar, beristirahat, berinteraksi dengan lingkungan, serta melakukan kegiatan positif lainnya.
Selain itu, edukasi diarahkan pada upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman melalui pencegahan bullying, intoleransi, dan kekerasan. Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan yang membuat orang lain takut, tertekan, atau direndahkan tidak dapat dibenarkan dengan alasan bercanda.
Karena itu, selain menghargai perbedaan, peserta didik didorong untuk membangun interaksi yang dilandasi sikap saling menghormati. Pencegahan bullying dan kekerasan juga membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak menjadi pelaku sekaligus tidak membiarkan tindakan tersebut terjadi di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan tersebut diikuti 246 peserta didik, terdiri atas 12 siswa jenjang SRD, 87 siswa SRMP, 87 siswa SRMA Tuban, dan 60 siswa SRMA Bojonegoro. Seluruh peserta mengikuti rangkaian materi hingga sesi refleksi sebagai penutup kegiatan.
Melalui edukasi tersebut, Duta Damai BNPT Regional Jawa Timur mendorong agar literasi digital berjalan beriringan dengan pendidikan karakter. Kemampuan berpikir kritis, pengendalian diri, serta sikap saling menghargai dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan teknologi sekaligus menjaga lingkungan sosial yang aman dan damai.
Dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban, pesan yang dibangun adalah pentingnya generasi muda tumbuh sebagai pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Pada saat yang sama, mereka diharapkan mampu ikut menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying, intoleransi, dan kekerasan. (kdg/yav)










