Dialog Ekslusif Ekspansi LPPL Pradya Suara Tuban bersama Disdukcapil Tuban dengan tema "Bahtera Kita". (fasta)

Berkat Bahtera Kita, Capaian Akta Kelahiran di Tuban Naik hingga 97,01 Persen dalam Tiga Tahun Terakhir

Tubankab - Kebahagiaan keluarga yang baru menyambut kelahiran bayi kini semakin lengkap. Di Kabupaten Tuban, akta kelahiran dan dokumen administrasi lainnya dapat langsung diurus melalui fasilitas kesehatan lewat program Bahtera Kita.

Inovasi layanan tersebut diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban pada Mei 2024 untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi bayi baru lahir. Melalui layanan itu, masyarakat dapat memperoleh akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) secara lebih cepat melalui fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil Tuban.

Detil inovasi tersebut dibahas tuntas dalam bincang ekslusif "Ekspansi" LPPL Pradya Suara Tuban, Kamis (7/5).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan sekaligus Plt. Sekretaris Disdukcapil Tuban, Prapti Mangajoeningtyas, SST., MM., menjelaskan Bahtera Kita merupakan singkatan dari Bayi Baru Lahir Terima Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dan Kartu Identitas Anak.

Menurut keterangannya, hingga saat ini, Disdukcapil Tuban telah bekerja sama dengan 33 puskesmas se-Kabupaten Tuban, rumah sakit negeri dan swasta, serta dua klinik pratama untuk mendukung pelaksanaan layanan Bahtera Kita.

Disampaikan Prapti—sapaan Kabid Sata dan Inovasi Pelayanan, inovasi tersebut turut berdampak pada meningkatnya kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Tuban.

“Alhamdulillah karena adanya inovasi ini capaian kami juga meningkat yang di tahun 2024, sekitar 95,24 persen untuk akta kelahiran. Dan Alhamdulillah setelah ada inovasi ini meningkat menjadi 96,55 persen. Dan di tahun 2025 meningkat lagi menjadi 97,01 persen,” terangnya.

Selain mempermudah pelayanan administrasi kependudukan, imbuh Plt. Sekretaris Disdukcapil itu, inovasi Bahtera Kita juga meraih penghargaan juara pertama dalam ajang inovasi daerah "Tubernova 2025". Capaian itu tidak terlepas dari antusiasme masyarakat serta dukungan fasilitas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Sementara itu, Administrator Database Kependudukan Disdukcapil Tuban, Antonius Verdika Krisbianto, S.Kom., menjelaskan dalam layanan Bahtera Kita masyarakat akan menerima tiga dokumen sekaligus, yakni KK, akta kelahiran, dan KIA.

Menurut Antonius, antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut cukup tinggi karena dapat diakses hingga wilayah pelosok selama pengurusan dilakukan melalui fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan Disdukcapil Tuban.

“Bahkan sampai pelosok pun asalkan di puskesmas dan persiapan lengkap bisa mendapatkan KK, akta, sama KIA secara langsung,” ungkapnya.

Untuk pengurusan dokumen, masyarakat perlu menyiapkan sejumlah persyaratan, seperti surat keterangan kelahiran dari puskesmas atau fasilitas kesehatan, formulir F-2.01 dan F-1.02, fotokopi KTP orang tua, fotokopi buku nikah, serta dua fotokopi identitas saksi. Selain itu, penulisan nama anak harus menyesuaikan ketentuan administrasi kependudukan, di antaranya tidak menggunakan singkatan dan maksimal 60 karakter.

Anton menegaskan layanan tersebut tidak dipungut biaya selama pengurusan dilakukan sendiri oleh masyarakat tanpa perantara.

“Kami jamin gratis, kami tidak memungut apa pun terhadap pelayanan-pelayanan kami kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui siniar tersebut, Disdukcapil Tuban juga mengimbau masyarakat mulai menyiapkan persyaratan administrasi sejak sebelum proses persalinan, termasuk menentukan nama anak agar proses penerbitan dokumen dapat berjalan lebih cepat.

“Kami menyarankan masyarakat memanfaatkan fasilitas inovasi pelayanan Bahtera Kita dengan seoptimal mungkin. Siapkan syarat-syaratnya jauh-jauh hari sebelum proses kelahiran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Disdukcapil Tuban juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya. Melalui Program Bahtera Kita, masyarakat diharapkan dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam pengurusan dokumen kependudukan bayi baru lahir. (fasta/yavid)

comments powered by Disqus