Bupati Tuban bersama ITS membahas penguatan kolaborasi pengabdian masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah. (agus)

Bupati Tuban Dorong Kolaborasi dengan ITS, Pengelolaan Sampah Jadi Fokus Uni+City 2026

Tubankab – Sampah tak lagi sekadar dipandang sebagai persoalan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Tuban mendorong agar sampah dapat diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Upaya tersebut didorong melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam program Pengabdian kepada Masyarakat Uni+City ITS 2026, yang salah satunya berfokus pada pengelolaan sampah di Kabupaten Tuban.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi Bupati Tuban bersama ITS di Gedung KORPRI Tuban, Selasa (8/9). Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyelaraskan dukungan akademisi dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Audiensi tersebut dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana, M.Si., serta pimpinan OPD terkait. Sementara itu, perwakilan ITS yang hadir antara lain Wakil Rektor ITS Prof. Agus Mohammad Hatta dan Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Fadlilatul Taufany, S.T., Ph.D., bersama jajaran akademisi dan mahasiswa ITS.

Bupati Tuban, menegaskan pentingnya pelibatan akademisi dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan di Kabupaten Tuban. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan kajian, inovasi, maupun solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Salah satu fokus yang didorong melalui kolaborasi tersebut adalah pengelolaan sampah di Kabupaten Tuban. Pemkab Tuban berharap keterlibatan akademisi ITS dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh, tidak sebatas mengurangi timbulan sampah.

“Persoalan sampah ini harus kita tuntaskan. Tidak hanya meniadakan persoalan sampah, tetapi bagaimana sampah bisa memiliki nilai fungsi lainnya,” ungkapnya.

Mas Lindra, sapaan akrab Bupati, mencontohkan pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar pabrik, bioetanol, maupun berbagai produk lain yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dengan demikian, sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber daya yang memberikan manfaat.

Bupati Tuban menjelaskan, Pemkab Tuban telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengelolaan sampah, termasuk penyiapan lahan serta sarana untuk pengembangan Refuse Derived Fuel (RDF).

Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah perlu diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, masukan akademisi ITS dibutuhkan, khususnya dalam merumuskan konsep perubahan perilaku agar penerapan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dapat berjalan secara konsisten.

“Harapannya, sampah yang masuk ke TPA nantinya benar-benar merupakan sampah akhir untuk selanjutnya diolah menjadi produk bernilai jual,” jelasnya.

Bupati Tuban menyambut baik kolaborasi Pemkab Tuban bersama ITS melalui program Uni+City. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi mampu menghasilkan model pembangunan yang berdampak dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Harapannya, program yang dihasilkan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dapat terus dijalankan pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor ITS Prof. Agus Mohammad Hatta menyampaikan, audiensi tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi kepada masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi ruang bagi akademisi untuk turut menyusun sekaligus melaksanakan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut Kabupaten Tuban dapat menjadi laboratorium hidup bagi akademisi ITS untuk menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di lingkungan perguruan tinggi.

“Materi pengajaran yang disampaikan harus bisa diterapkan. Tidak menutup kemungkinan dalam penerapannya dilakukan modifikasi dan inovasi sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Prof. Hatta menjelaskan, program Uni+City ITS di Kabupaten Tuban akan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga tahun. Untuk memastikan program berjalan sesuai target, ITS telah menyiapkan timeline proyek sebagai acuan pelaksanaan sekaligus pemantauan program.

Monitoring dan evaluasi juga akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan Pemkab Tuban. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan program dapat terukur dan memberikan hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

“Tim ITS akan intens berkoordinasi dengan Pemkab Tuban agar target yang sudah ditentukan dapat dicapai dalam waktu lebih cepat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi Pemkab Tuban dan ITS tersebut, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Selain menghasilkan solusi atas persoalan pembangunan, kerja sama ini juga diharapkan mampu melahirkan inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban. (ags/yav)

comments powered by Disqus