Cegah Diabetes Sejak Remaja, Siswa SMAN 1 Montong Diajak Lebih Peduli Pola Hidup Sehat
- 21 August 2026 13:50
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 6
Tubankab – Kebiasaan makan dan minum yang dilakukan sejak remaja dapat berpengaruh terhadap kesehatan di kemudian hari. Karena itu, siswa SMAN 1 Montong diajak mengenali risiko diabetes sekaligus membangun pola hidup sehat melalui penyuluhan kesehatan di halaman sekolah, Jumat (21/8).
Mengusung tema “Pencegahan Diabetes Sejak Dini di Usia Remaja”, kegiatan tersebut memberikan edukasi kepada siswa mengenai diabetes, faktor risiko, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia sekolah.
Dalam kegiatan itu, dua narasumber dari Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban, Shella Alma Dwi Delfia dan Ardiana Nur Laily, menjelaskan berbagai hal terkait diabetes. Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko hingga kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko penyakit, dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja agar lebih mudah dipahami.
Berdasarkan penjelasan dua mahasiswa S1 Keperawatan yang kerap disapa Shella dan Diana tersebut, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kurang beraktivitas fisik, serta pola hidup yang tidak seimbang perlu mendapat perhatian. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
Karena itu, para siswa diajak membangun kebiasaan sehat melalui langkah sederhana. Di antaranya dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman, memperbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan diri sendiri.
Kepala SMAN 1 Montong, Heni Rohmawati, mendukung pelaksanaan edukasi kesehatan tersebut. Menurutnya, dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk kesadaran siswa terhadap kesehatan.
Selain itu, kehadiran mahasiswa IIKNU Tuban menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bidang kesehatan dapat dibagikan kepada warga sekolah, sementara para siswa mendapatkan wawasan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Melalui penyuluhan tersebut, siswa diingatkan bahwa pencegahan penyakit dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Menjaga pola makan, aktif bergerak, dan memperhatikan kondisi tubuh menjadi langkah yang dapat dilakukan sejak remaja.
Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Edukasi mengenai diabetes juga diharapkan membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum muncul gangguan kesehatan di kemudian hari. (yeni dh/yav)










