Langit mendung menyelimuti kawasan Tuban, seiring peringatan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada 1–10 Maret 2026. (yavid)

Cuaca Ekstrem Awal Maret, Masyarakat Tuban Diimbau Tetap Waspada

  • 01 March 2026 21:22
  • Yavid
  • Umum,
  • 497

Tubankab - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Juanda kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Maret 2026. Kabupaten Tuban masuk dalam daftar wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan seiring masa peralihan musim hujan ke kemarau.

Dalam pers rilis resmi tersebut, BMKG Juanda menyebut sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es. Kondisi itu berpotensi memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, hingga gangguan jarak pandang.

Selain Tuban, wilayah lain yang masuk dalam peringatan antara lain adalah Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Surabaya, Malang, Kediri, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, hingga sejumlah daerah di Pulau Madura seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Dengan cakupan yang luas tersebut, BMKG menilai peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan secara merata di tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, BMKG juga menjelaskan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur kini mulai memasuki masa pancaroba. Pada fase peralihan musim ini, kondisi atmosfer cenderung labil sehingga memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat dan intens.

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Sabtu (28/2).

Lebih lanjut, BMKG memaparkan bahwa potensi tersebut dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation, Low Frequency, dan Gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup signifikan dan turut mendukung pembentukan awan hujan.

“Kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang,” jelas BMKG.

Oleh karena itu, BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak selama 10 hari ke depan. Wilayah dengan topografi curam, perbukitan, dan tebing diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi longsor dan banjir bandang.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui radar cuaca WOFI serta layanan peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2 hingga 3 jam ke depan yang disampaikan melalui situs resmi dan media sosial BMKG Juanda. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan antisipasi lebih awal guna menekan risiko dampak cuaca ekstrem. (*/yavid)

comments powered by Disqus