Abdullah Fitim dan Ndhuk Tuban 2026 berfoto bersama. (ist)

Cung Tuban 2026 Abdullah Fitim Siap Ajak Generasi Muda Promosikan Wisata Lewat Gerakan FITNESS

  • 28 July 2026 13:21
  • Yavid
  • Umum,
  • 10

Tubankab – Menyandang gelar Cung Tuban 2026 menjadi awal pengabdian baru bagi Abdullah Fitim. Pelajar kelas XII SMAN 4 Tuban berusia 18 tahun itu ingin mengambil peran sebagai wajah muda promosi pariwisata dengan melibatkan generasi muda melalui gerakan FITNESS (Fitim Awareness).

Fitim mengaku tidak menyangka namanya diumumkan sebagai Cung Tuban 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Cung dan Ndhuk Tuban 2026. Baginya, gelar tersebut bukan sekadar prestasi, tetapi amanah untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan kekayaan daerah Kabupaten Tuban.

"Yang pertama kali terlintas adalah rasa syukur dan tidak percaya. Setelah melalui proses panjang, akhirnya nama saya disebut sebagai Cung Tuban 2026. Rasanya campur aduk antara bahagia, haru, dan bangga. Saya juga sadar ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk membawa potensi pariwisata Tuban semakin dikenal," ungkapnya kepada reporter tubankab, Selasa (27/7).

Fitim mengatakan setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman berharga. Namun, Grand Final menjadi momen yang paling membekas karena menjadi puncak dari proses pembekalan dan perjuangan selama beberapa bulan.

"Momen paling berkesan tentu saat Grand Final. Bukan hanya tentang hasil akhirnya, tetapi juga pengalaman, teman-teman baru, dan pelajaran yang saya dapatkan selama proses menjadi Cung Tuban 2026," katanya.

Menurut Fitim, menjadi Cung Tuban merupakan kesempatan untuk terus belajar sekaligus berkontribusi mempromosikan potensi wisata dan budaya daerah.

"Bagi saya, gelar Cung Tuban bukan sekadar kebanggaan, tetapi sebuah amanah. Ini menjadi kesempatan untuk belajar, berkontribusi, dan ikut memperkenalkan potensi pariwisata serta budaya Tuban kepada lebih banyak orang," ujarnya.

Di balik pencapaiannya, Fitim mengaku tidak lepas dari dukungan keluarga, para mentor, sekolah, teman-teman, dan masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada sang ibu, Tri Astutik, serta mengenang almarhum ayahnya, Ainur Rozaq, yang menjadi sumber motivasi dalam hidupnya. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para mentor, Mas Gio dan Mas Danu, keluarga besar SMAN 4 Tuban, serta seluruh pihak yang telah mendukungnya.

"Orang tua saya adalah support system terbesar. Selain itu ada Mas Gio dan Mas Danu yang telah membimbing selama proses, SMAN 4 Tuban yang selalu mendukung, teman-teman yang terus menyemangati, serta masyarakat sekitar yang memberikan kepercayaan. Kemenangan ini bukan hanya milik saya, tetapi milik semua orang yang telah berjalan bersama saya sampai di titik ini," tuturnya.

Selama menjalani karantina dan pembekalan, Fitim mengaku banyak memperoleh pengalaman baru. Salah satu bekal yang paling berkesan baginya adalah kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking.

"Saya belajar bahwa berbicara bukan hanya tentang menyampaikan kata-kata, tetapi bagaimana kita bisa menyampaikan pesan dengan percaya diri, jelas, dan mampu memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Kemampuan ini ingin terus saya kembangkan," jelasnya.

Sebagai Duta Wisata Tuban, Fitim ingin aktif mengajak generasi muda terlibat dalam pengembangan pariwisata. Menurutnya, promosi wisata akan lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan anak muda, termasuk melalui media sosial.

"Sebagai Duta Wisata Tuban, saya akan memanfaatkan media sosial dengan konten yang kreatif, autentik, dan kekinian untuk mengenalkan destinasi, budaya, serta kuliner Tuban. Selain promosi, saya juga ingin mengajak generasi muda ikut berkarya dan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata Tuban," katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program FITNESS atau Fitim Awareness. Program ini menggabungkan aktivitas olahraga, edukasi, dan eksplorasi destinasi wisata di Kabupaten Tuban.

"Saya ingin mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus mengenal potensi wisata Tuban dengan cara yang lebih inovatif dan bermakna. Harapannya, wisata bukan hanya menjadi tujuan rekreasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat masyarakat," jelasnya.

Kepada generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya, Fitim berpesan agar tidak ragu mencoba dan terus berproses.

"Menjadi Cung atau Ndhuk bukan hanya tentang gelar, tetapi kesempatan untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi Tuban. Percaya pada diri sendiri, berani melangkah, dan jadilah generasi muda yang membawa perubahan positif bagi Kabupaten Tuban," pesannya.

Ke depan, Fitim berharap dapat terus berkembang dalam pendidikan, organisasi, maupun karier, tanpa mengesampingkan tanggung jawabnya sebagai Duta Wisata Tuban. Sebelum meraih gelar Cung Tuban 2026, ia juga tercatat sebagai Paskibraka Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Tuban di bidang kepemudaan, pendidikan, dan pariwisata. (kdg/yav)

comments powered by Disqus