Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono menyampaikan arahan penguatan sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. (yavid)

Dari Hulu hingga Data, Pemkab Tuban Dorong Percepatan Penurunan Stunting

Tubankab – Upaya mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Tuban diarahkan sejak hulu, bahkan sebelum persoalan tumbuh kembang anak muncul. Pendekatan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah karena kesehatan ibu dan anak berkaitan dengan sanitasi, pangan, kesehatan reproduksi, perlindungan sosial, hingga kualitas pelayanan dasar.

Hal itu menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tuban Tahun 2026 di Ruang Rapat R.H. Ronggolawe Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Selasa (8/9). Forum tersebut mempertemukan perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta Tim Penggerak PKK untuk menyelaraskan langkah intervensi.

Kepala Bapperida Kabupaten Tuban Abdul Rakhmat, S.T., M.T., menyampaikan bahwa rakor tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi, konvergensi, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Selain mengevaluasi capaian program, forum itu juga menjadi bagian dari penyelarasan intervensi spesifik dan sensitif serta penguatan sinergi lintas sektor sepanjang 2026.

Dalam pelaksanaannya, aksi konvergensi percepatan penurunan stunting kini mencakup analisis situasi, penguatan perencanaan, penguatan pelaksanaan, serta penilaian hasil monitoring dan evaluasi. Kerangka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memastikan setiap program memiliki keterkaitan dengan kebutuhan sasaran.

Sejalan dengan itu, Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono menekankan pentingnya melihat stunting sebagai persoalan yang membutuhkan penanganan sejak hulu. Menurutnya, intervensi tidak cukup diarahkan kepada balita, tetapi perlu dimulai dari kesehatan reproduksi remaja putri hingga persiapan calon pengantin.

“Intervensi stunting tidak hanya soal balita pendek atau kurus, tapi dimulai dari hulu, seperti memastikan kesehatan reproduksi remaja putri. Karena OPD pengampunya banyak, ini bukan tanggung jawab murni Dinas Kesehatan saja,” ujar Joko.

Karena itu, ia mendorong setiap perangkat daerah pengampu memastikan program yang dijalankan memberikan dampak sesuai sasaran. Kolaborasi tersebut dapat mencakup berbagai bidang, seperti sanitasi, pangan, perlindungan sosial, hingga pelayanan bagi calon pengantin melalui inovasi Canting Puspa.

Selain keterpaduan program, Joko menyoroti pentingnya sinkronisasi data sebagai dasar menentukan intervensi. Menurutnya, data yang selaras antarperangkat daerah akan membantu memastikan program hadir di wilayah dan kelompok sasaran yang tepat.

“Transformasi aksi konvergensi serta sinkronisasi data dashboard stunting sangat vital. Jangan sampai sasaran stunting ada di Kecamatan Jenu, tetapi intervensi program malah dilakukan di wilayah lain. Sinkronisasi data antar-OPD harus jelas,” tegasnya.

Seiring dengan itu, Joko juga meminta agar dukungan anggaran diarahkan pada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, penganggaran tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan administratif, tetapi mampu menopang intervensi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menargetkan pencapaian target percepatan penurunan stunting dapat dimaksimalkan hingga 2028. Untuk mencapai sasaran tersebut, seluruh unsur terkait diminta menjaga komitmen dan memperkuat kerja bersama.

Rapat koordinasi tersebut turut menghadirkan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban drg. Roikan, M.H., serta Individual Konsultan Aksi Konvergensi PPPS Bagus Budisetya Affandri sebagai narasumber.

Melalui forum tersebut, Pemkab Tuban menempatkan aksi konvergensi sebagai kerja bersama yang menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Dengan langkah yang terarah serta dukungan lintas sektor, intervensi diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan pencapaian target penurunan stunting di Kabupaten Tuban. (yav)

comments powered by Disqus