Disdik Tuban-INOVASI Tutup Diseminasi, Tekankan Implementasi Sekolah Aman
- 29 April 2026 17:21
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 100
Tubankab - Setelah berlangsung selama dua hari, kegiatan diseminasi Modul Budaya Belajar Aman, Nyaman, dan Gembira resmi ditutup di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Rabu (29/4). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Tuban bersama INOVASI Jawa Timur ini menekankan pentingnya implementasi nyata di satuan pendidikan.
Pada penutupan acara tersebut, Kepala Seksi Pengembangan Kurikulum Bahasa dan Sastra Disdik Tuban, Muhammad Sufyan Hadi, menyampaikan apresiasi kepada INOVASI sebagai mitra yang telah mendampingi peningkatan kualitas pendidikan di Tuban. Menurut dia, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan, mulai dari penguatan literasi hingga pembelajaran berbasis praktik. “Kami berharap hasil kegiatan ini benar-benar diterapkan di sekolah dan tidak berhenti pada pelatihan,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan kemampuan akademik guru, tetapi juga pemahaman terhadap karakter peserta didik. Pendekatan seperti joyful learning dinilai penting untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. Selain itu, guru diminta menyebarluaskan praktik baik melalui forum KKG agar dampaknya lebih luas.
Sufyan juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Ia menyinggung masih adanya kasus kekerasan di satuan pendidikan yang harus menjadi perhatian bersama. “Jangan sampai kejadian serupa terulang. Ilmu yang didapat hari ini harus diterapkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemkab Tuban terus mendorong penguatan program Sekolah Ramah Anak sebagai bagian dari upaya perlindungan peserta didik. Dukungan dari mitra seperti INOVASI dinilai menjadi faktor penting dalam membangun karakter siswa secara berkelanjutan.
Sementara itu, peserta kegiatan mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam pelatihan tersebut. Di antaranya adalah guru kelas 4 UPT SDN Wolutengah 1 Kecamatan Kerek, Nurjanah, mengatakan pelatihan yang diberikan berbeda dari biasanya. “Kami sangat antusias. Ke depan akan kami terapkan di kelas karena pembelajaran di sekolah kami berbasis praktik, tidak hanya teori,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Guru Kelas 3 UPT SDN Tawaran 1 Kecamatan Kenduruan, Muhammad Jamal. Ia mengaku memperoleh pemahaman tentang hak anak dan pengelolaan emosi dalam pembelajaran. “Kami berharap ilmu ini bisa membantu mewujudkan generasi yang mampu mengelola emosi dan terhindar dari kekerasan, sehingga pembelajaran lebih fokus dan hak anak terpenuhi,” pungkasnya. (yavid)










