Diskominfo SP Tuban ikuti FGD bertajuk Penguatan Ekosistem Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). (ist)

Diskominfo Jatim Gelar FGD Penguatan Ekosistem KIM, Dorong Pemetaan dan Optimalisasi Diseminasi Informasi

Tubankab - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Ekosistem Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) secara daring yang diikuti pejabat dan staf yang membidangi KIM serta pengurus KIM se Jawa Timur, Jumat (6/3). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran KIM sebagai simpul komunikasi publik sekaligus melakukan pemetaan kelembagaan dan aktivitas diseminasi informasi di seluruh Jawa Timur.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., menyampaikan bahwa pemetaan KIM merupakan amanat regulasi pemerintah, khususnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Konkuren di Bidang Komunikasi dan Informatika. Selain itu, pemetaan juga menjadi tindak lanjut dari berbagai kegiatan pembinaan KIM yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui kondisi kelembagaan KIM, aktivitas produksi informasi, media yang digunakan dalam penyebaran informasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KIM memiliki peran strategis dalam mendukung komunikasi publik di tingkat masyarakat. Selain menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, KIM juga berfungsi sebagai penyaring informasi untuk menangkal hoaks serta mendorong literasi digital di tengah masyarakat.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya tingkat aktivitas dan kapasitas KIM di berbagai daerah masih beragam. Oleh karena itu, pemetaan yang komprehensif dinilai penting untuk menyusun strategi pembinaan serta penguatan jaringan komunikasi publik di daerah.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan hasil monitoring aktivitas KIM melalui platform kim.id yang digunakan sebagai media diseminasi informasi publik oleh KIM di Jawa Timur. Pemantauan dilakukan dengan menganalisis frekuensi unggahan berita, konsistensi pembaruan konten, serta aktivitas pengelolaan laman KIM.

Sementara itu, Ketua Tim Kemitraan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Eko Setiawan menyampaikan bahwa pemetaan KIM menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi nyata pengelolaan media informasi di tingkat masyarakat.

“Melalui pemetaan ini kita bisa melihat sejauh mana aktivitas KIM dalam memproduksi dan mendiseminasikan informasi. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk merumuskan program pembinaan, peningkatan kapasitas, serta penguatan jaringan komunikasi publik di daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan platform digital seperti kim.id perlu terus didorong agar KIM dapat lebih aktif dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Diskominfo Jawa Timur mendorong seluruh KIM agar melakukan pengisian data melalui formulir pemetaan kelembagaan serta monitoring aktivitas media informasi. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan program pembinaan, pengembangan kebijakan, serta penguatan peran KIM dalam ekosistem komunikasi publik di Jawa Timur.

Melalui langkah ini diharapkan KIM dapat semakin aktif, profesional, dan berkelanjutan dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, serta bermanfaat bagi masyarakat. (miswon/yavid)

comments powered by Disqus