Evaluasi aplikasi IBUNA yang digelar Dinkes P2KB Kabupaten Tuban diikuti bidan desa dari 33 puskesmas untuk memperkuat pemantauan kesehatan ibu hamil dan ibu nifas melalui sistem informasi digital. (ist)

Evaluasi Aplikasi IBUNA, Dinkes Tuban Dorong Bidan Desa Tingkatkan Input Data Kesehatan Ibu

Tubankab - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tuban menggelar evaluasi penggunaan aplikasi Sistem Informasi Ibu Hamil dan Ibu Nifas (IBUNA), Selasa (17/3). 

Kegiatan ini diikuti 50 bidan desa dari 33 puskesmas serta tujuh perwakilan Dinkes P2KB Tuban sebagai upaya memperkuat pemantauan kesehatan ibu hamil dan ibu nifas secara digital.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban dr Atiek Supartiningsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh puskesmas yang hadir mengikuti evaluasi tersebut. Menurut dia, keterlibatan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan sistem informasi kesehatan ibu dapat berjalan optimal di lapangan.

Selain itu, dr. Atiek menjelaskan aplikasi IBUNA dikembangkan untuk memantau kondisi ibu hamil dan ibu nifas di Kabupaten Tuban. Sistem ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menekan angka kematian ibu melalui pemantauan kesehatan secara lebih cepat dan terintegrasi.

“IBUNA dirancang agar tenaga kesehatan dapat memantau kondisi ibu hamil dan ibu nifas secara lebih terstruktur. Data pemeriksaan dapat diinput secara langsung sehingga proses pemantauan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, lanjut dia, ibu hamil maupun ibu nifas dapat memperoleh berbagai layanan digital. Di antaranya pengingat jadwal pemeriksaan melalui WhatsApp, pelaporan kondisi kesehatan harian, notifikasi risiko kesehatan, serta komunikasi langsung dengan tenaga kesehatan selama masa kehamilan hingga nifas.

Namun demikian, hasil evaluasi menunjukkan pemanfaatan sistem masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data IBUNA dari 33 puskesmas yang mencakup 328 desa dan kelurahan, jumlah data yang tercatat pada 2025 sebanyak 1.829. Sementara pada 2026 tercatat 1.963 data yang terdiri dari 1.748 ibu hamil dan 211 ibu bersalin.

Di sisi lain, laporan Kesehatan Ibu dan Anak mencatat jumlah ibu hamil mencapai 2.518 dan ibu bersalin 2.094. Menurut Atiek, selisih data tersebut menunjukkan masih perlu peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengoperasikan fitur input data pemeriksaan di aplikasi IBUNA.

Karena itu, ia mendorong seluruh bidan desa dan petugas puskesmas untuk memaksimalkan pemanfaatan sistem tersebut. Menurut dia, integrasi data yang baik akan memperkuat koordinasi antara pasien, puskesmas, dan rumah sakit dalam penanganan kesehatan ibu.

“Melalui sistem ini kami berharap deteksi risiko dapat dilakukan lebih cepat. Dengan kolaborasi yang kuat, angka kematian ibu di Kabupaten Tuban dapat ditekan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (yavid)

comments powered by Disqus