Flyer Klinik Hoaks. (ist)

Hati-hati, Hoaks Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp Beredar di Masyarakat Tuban

Tubankab - Video yang beredar di grup WhatsApp warga Tuban sempat membuat sebagian masyarakat tertarik mengajukan pinjaman daring. Dalam tayangan itu, sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlihat seolah memberikan panduan pengajuan pinjaman melalui Koperasi Merah Putih, lengkap dengan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi. Namun, Klinik Hoaks Kabupaten Tuban memastikan informasi tersebut tidak benar dan mengarah pada modus penipuan.

Selanjutnya, dalam video itu masyarakat diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu yang dicantumkan dalam pesan siaran guna mengajukan pinjaman. Pola ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat karena mengarah pada praktik penipuan berbasis digital.

Berdasarkan hasil penelusuran Klinik Hoaks, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan. Tingkat probabilitas manipulasi mencapai 99,4 persen menurut hasil analisis Hive Moderation. Selain itu, nomor WhatsApp yang disertakan terdeteksi sebagai “Penipu Koperasi” dalam aplikasi GetContact.

Menurut tim Klinik Hoaks Tuban, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap konten digital yang mencatut nama pejabat. “Informasi seperti ini harus diverifikasi terlebih dahulu. Jangan langsung percaya apalagi menindaklanjuti permintaan melalui nomor yang tidak jelas,” tulisnya dalam keterangan resminya, Senin (27/4).

Lebih lanjut, kasus ini menunjukkan modus baru penipuan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meyakinkan korban. Pelaku memanfaatkan figur publik agar informasi terlihat kredibel dan mudah dipercaya.

Klinik Hoaks Tuban mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi pesan serupa dan selalu melakukan pengecekan sumber informasi. Warga juga diminta melaporkan temuan konten mencurigakan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti. (yavid)

comments powered by Disqus