Jatim Media Summit 2026 Dorong Transformasi Media sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif
- 30 July 2026 14:15
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 23
Tubankab – Forum tahunan Jatim Media Summit (JMS) 2026 resmi dibuka di Whiz Luxe Hotel Spazio, Surabaya, Kamis (30/7). Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, forum yang mengusung tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur" ini mempertemukan pimpinan media siber, pelaku industri kreatif, akademisi, dunia usaha, serta jajaran pemerintah untuk merumuskan masa depan industri media yang berkelanjutan.
Kabupaten Tuban turut ambil bagian dalam forum bergengsi tersebut melalui kehadiran perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Tuban dan Sekretariat DPRD Kabupaten Tuban serta beberapa jurnalis dari beberapa media di Tuban.
Pembukaan JMS 2026 diawali dengan sambutan bersama dua inisiator acara, yakni Editor-in-Chief Suara.com, Suwarjono, dan CEO Beritajatim, Dwi Eko Lokononto. Keduanya tampil berdampingan sebagai simbol kolaborasi dan soliditas antarmedia dalam menghadapi tantangan transformasi industri media.
Dalam sambutannya, Suwarjono menegaskan bahwa industri pers saat ini telah mengalami perubahan yang sangat mendasar. Media tidak lagi hanya mengandalkan bisnis pemberitaan, tetapi harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang mampu menciptakan nilai tambah melalui inovasi dan kolaborasi.
Menurutnya, sejak pertama kali diselenggarakan, Jatim Media Summit menjadi ruang belajar bersama bagi para pengelola media untuk berbagi pengalaman, meningkatkan kapasitas, hingga membangun jejaring antarpelaku industri media.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga atas semakin luasnya partisipasi peserta. Tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, JMS 2026 juga diikuti pimpinan media dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, hingga Makassar yang ingin belajar bersama mengenai masa depan industri media di Indonesia.
Suwarjono menekankan bahwa media masa kini harus berani keluar dari pola lama. Selain memproduksi konten jurnalistik, perusahaan media memiliki potensi besar melalui sumber daya manusia yang terdiri atas desainer, pengembang teknologi informasi, serta tim kreatif yang mampu berkontribusi dalam industri kreatif secara lebih luas.
Sementara itu, Dwi Eko Lokononto mengungkapkan bahwa tema ekonomi kreatif dipilih setelah dirinya bersama Suwarjono melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, beberapa waktu lalu. Dari pertemuan tersebut muncul kesadaran bahwa media merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menurut Lucky, Jawa Timur memiliki modal besar sebagai salah satu provinsi paling kreatif di Indonesia dengan berbagai daerah yang telah berkembang sebagai kabupaten kreatif. Potensi tersebut menjadi peluang besar bagi media untuk tumbuh bersama pelaku ekonomi kreatif melalui kolaborasi yang saling menguatkan.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan Jatim Media Summit, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga berbagai mitra industri yang memiliki komitmen menjaga keberlanjutan media di Jawa Timur.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jatim Media Summit 2026. Menurutnya, forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menjawab tantangan transformasi industri media yang tengah berlangsung.
Adhy menjelaskan bahwa transformasi media saat ini bukan lagi sekadar perpindahan dari media konvensional menuju media digital. Perubahan yang terjadi telah menyentuh aspek fundamental, mulai dari cara informasi diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi, hingga bagaimana informasi tersebut mampu menciptakan nilai ekonomi.
Ia menilai tema "Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Transformasi Beyond Media Jawa Timur" sangat relevan dengan perkembangan global. Kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), kehadiran berbagai platform digital global, serta perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi telah melahirkan ekosistem baru yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi keberlanjutan industri media.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap media mampu terus beradaptasi dengan perubahan tersebut melalui inovasi, kolaborasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia sehingga tetap menjadi pilar demokrasi sekaligus bagian penting dari penggerak ekonomi kreatif.
Sebagai keynote speaker, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memberikan apresiasi terhadap perkembangan ekonomi kreatif Jawa Timur yang dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif paling efektif di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada pelaku usaha formal, tetapi membutuhkan dukungan media sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem kreatif berbasis digital.
Riefky menyebut Jawa Timur telah melahirkan berbagai produk lokal yang mampu menjadi local hero sekaligus menyerap tenaga kerja. Ia juga menilai hilirisasi ekonomi kreatif kini tidak hanya terjadi pada sektor pertambangan, tetapi telah berkembang ke sektor fesyen, otomotif, kuliner, hingga gim digital.
Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari disebut sebagai salah satu contoh keberhasilan Jawa Timur dalam menarik minat investor internasional, termasuk dari India. Saat ini, Jawa Timur juga masuk dalam empat besar provinsi tujuan investasi ekonomi kreatif di Indonesia.
Menutup paparannya, Riefky berharap media mampu mengambil peran lebih besar sebagai pelaku ekonomi kreatif berbasis digital sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Keikutsertaan perwakilan dari Kabupaten Tuban dalam Jatim Media Summit 2026 diharapkan dapat memperkuat wawasan mengenai transformasi industri media, penguatan komunikasi publik, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di daerah. (kdg/yav)










