Kepala Disnakerind Tuban, Rohman Ubaid. (dok. tubankab)

Jumlah PMI Meningkat, Pemkab Tuban Perkuat Perlindungan dan Kompetensi Tenaga Kerja

  • 29 March 2026 15:20
  • Yavid
  • 31

Tubankab - Bekerja ke luar negeri kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan menjadi salah satu solusi strategis bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI), termasuk dari Kabupaten Tuban dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, menjelaskan bahwa tingginya minat masyarakat dipengaruhi oleh keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Diperkirakan karena mereka termotivasi untuk segera mendapatkan kerja, sehingga terbersit untuk mencari kerja di luar negeri,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 344 warga Tuban berangkat sebagai PMI ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, 154 orang diberangkatkan melalui skema private to private (P2P) melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), sementara 190 lainnya melalui jalur mandiri dan program government to government (G2G).

Tren ini terus berlanjut pada tahun 2026. Hingga akhir Februari, sebanyak 22 calon PMI tengah menjalani proses pemberangkatan, yang menunjukkan konsistensi minat masyarakat terhadap peluang kerja global.

Sebelum diberangkatkan, para calon PMI wajib mengikuti berbagai tahapan persiapan yang komprehensif, mulai dari pelatihan peningkatan keterampilan, pembekalan bahasa, hingga kesiapan fisik dan mental. Seluruh proses tersebut dirancang untuk memastikan para pekerja siap bersaing di pasar kerja internasional.

Di sisi lain, terjadi dinamika pada negara tujuan. Jika sebelumnya Malaysia menjadi tujuan utama, kini terjadi pergeseran ke sejumlah negara lain seperti Taiwan, Hong Kong, Turki, dan Arab Saudi. Perubahan ini dipengaruhi oleh kebijakan moratorium di beberapa sektor di Malaysia, meskipun saat ini sektor perkebunan dan asisten rumah tangga mulai kembali dibuka.

Tidak hanya negara tujuan, jenis pekerjaan yang diminati juga mengalami perkembangan. PMI asal Tuban kini tidak lagi didominasi sektor domestik, melainkan mulai merambah sektor konstruksi hingga perhotelan yang menawarkan peluang pengembangan keterampilan lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Disnakerin terus berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada para PMI. Pengawasan dilakukan secara ketat, terutama dalam memastikan kelengkapan dokumen serta keamanan negara tujuan.

“Kami memiliki kewenangan pengendalian. Kami tidak akan memberikan rekomendasi untuk bekerja ke negara-negara yang sedang dalam kondisi konflik demi keselamatan warga,” tegas Ubaid.

Melalui penguatan kompetensi dan sistem perlindungan yang berkelanjutan, Pemkab Tuban yakin keberangkatan PMI tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah. (dadang/yavid)

comments powered by Disqus