Malam Refleksi Kemerdekaan, Pemkab Tuban Kenang Jasa Pahlawan dan Panjatkan Doa untuk NTT
- 17 August 2026 04:31
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 21
Tubankab – Di tengah suasana malam yang hening, lantunan doa dan tahlil menggema di Pendapa Kridha Manunggal Tuban. Doa dipanjatkan untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi musibah gempa. Momen tersebut menjadi bagian dari Malam Refleksi Kemerdekaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tuban, Minggu (16/8) malam.
Malam refleksi itu dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, S.E., Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, jajaran TNI-Polri, perwakilan BUMN dan BUMD, rektor perguruan tinggi, instansi vertikal, serta sejumlah elemen lainnya.
Sebelum doa dan tahlil berlangsung, rangkaian kegiatan diawali penampilan Pangestu Laras, grup karawitan yang beranggotakan ASN Pemerintah Kabupaten Tuban. Alunan musik tradisional tersebut menghadirkan suasana teduh sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan seni budaya daerah.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan tahlil untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada kesempatan yang sama, doa khusus juga dipanjatkan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah gempa.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Tuban kepada saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana. Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, S.E., mengatakan bahwa malam refleksi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan panjang bangsa dalam meraih kemerdekaan. Pada saat yang sama, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut melalui karya dan pengabdian.
“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga. Apa yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari perjuangan para pahlawan. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ungkapnya.
Karena itu, Mas Lindra—sapaan akrab Bupati Tuban—mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai penguat persatuan, kepedulian, dan semangat gotong royong. Menurutnya, kemerdekaan perlu diisi dengan karya nyata dan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi sesama.
Pesan tersebut selanjutnya digaungkan kembali oleh veteran Kasrin. Dalam pesan tersebut, ia mengajak generasi penerus untuk tidak melupakan sejarah serta senantiasa menghargai jasa para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Menurut Kasrin, para veteran tidak mengharapkan penghargaan berupa piagam maupun penghormatan semata. Sebaliknya, hal yang lebih penting ialah melihat generasi muda mampu menghargai perjuangan para pahlawan dengan mengisinya melalui berbagai kegiatan positif.
“Bukan piagam yang kami harapkan. Harapan kami, generasi muda bisa menghargai jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangan dengan kegiatan-kegiatan positif untuk membangun bangsa dan negara,” pesannya.
Dengan rangkaian tersebut, Malam Refleksi Kemerdekaan menjadi ruang untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, melestarikan budaya, serta melanjutkan pembangunan demi kemajuan daerah dan bangsa.
Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemkab Tuban mengajak masyarakat terus menumbuhkan semangat gotong royong, menghargai jasa para pahlawan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi nyata sesuai peran masing-masing. (kdg/yav)










