Ratusan jamaah mengikuti Salat Gerhana di Masjid Agung Tuban, Selasa (3/3) malam, sebagai momentum meningkatkan doa dan sedekah pada Gerhana Bulan Total. (dadang)

Masjid Agung Tuban Gelar Salat Gerhana, Ratusan Jamaah Diajak Perbanyak Doa dan Sedekah

  • 03 March 2026 21:38
  • Yavid
  • Umum,
  • 35

Tubankab – Masjid Agung Tuban menggelar Salat Gerhana dalam rangka menyambut fenomena Gerhana Bulan Total, Selasa (3/3) malam, seusai salat Isya dan sebelum pelaksanaan salat Tarawih.

Ibadah tersebut diikuti ratusan jamaah yang memadati masjid. Kehadiran mereka menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus refleksi atas tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tampak di alam semesta.

Pada kesempatan itu, Habib Alwi bin Ahmad Assegaf, Pimpinan Pondok Pesantren Dar Ihsan, bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ia menyampaikan pesan penting terkait makna gerhana dalam perspektif Islam dengan mengutip sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kelahirannya. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah, dan bersedekahlah.”

Menurutnya, fenomena gerhana bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan momentum untuk meningkatkan ketakwaan. “Mari kita memperbanyak zikir, doa, serta memperkuat kepedulian sosial melalui sedekah,” ajak Habib Alwi.

Sementara itu, berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Gerhana Bulan Total terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dapat disaksikan dari berbagai wilayah di Indonesia dengan catatan kondisi cuaca cerah. Fenomena ini terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus sehingga Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti Bumi atau umbra. Pada fase totalitas, Bulan tampak berwarna kemerahan akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Adapun pelaksanaan Salat Gerhana di Masjid Agung Tuban berlangsung khusyuk dan tertib. Selain salat sunah dua rakaat dengan dua kali rukuk pada setiap rakaat, rangkaian ibadah juga diisi dengan khutbah dan doa bersama. Jamaah turut diajak meningkatkan kualitas ibadah selama bulan Ramadan.

Melalui momentum tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menyaksikan fenomena alam sebagai peristiwa ilmiah, tetapi juga menjadikannya sarana memperkuat keimanan serta kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. (dadang/yavid)

comments powered by Disqus