Gol A Gong bersama pegiat literasi Tuban dalam rangkaian Safari Literasi Trans Jawa. (ist)

Menggali Cerita Rakyat Tuban, Gol A Gong Ajak Guru Tuban Menulis dan Merawat Warisan Budaya

Tubankab – Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi sekaligus melestarikan warisan budaya daerah melalui Workshop Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Tuban yang digelar selama dua hari, 21–22 Juli 2026.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan puisi di Taman Hutan Kota Tuban Abhipraya, Selasa (21/7). Kegiatan dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Didik Purwanto, serta berkolaborasi dengan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, yang tengah menjalankan program Safari Literasi Trans Jawa.

Kehadiran Gol A Gong memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia mengaku terpesona dengan keindahan Alun-Alun Tuban dan Taman Hutan Kota Tuban Abhipraya yang dinilai sangat mendukung tumbuhnya aktivitas literasi. Menurutnya, kolaborasi sastra dan budaya yang ditampilkan menjadi gambaran bahwa Tuban memiliki potensi besar sebagai daerah yang ramah literasi.

Turut menyemarakkan kegiatan, pembacaan puisi melibatkan berbagai komunitas dan lembaga pendidikan, di antaranya Sanggar Pemuda Bergerak Plumpang, Madrasah Aliyah (MA) Sains Bina Insan Kamil Tuban, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Tuban, dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Tuban. Penampilan mereka dipadukan dengan Tari Yakswa garapan Bambang Budiono yang menghadirkan perpaduan sastra dan seni pertunjukan.

Sejumlah tokoh sastra dan budaya Tuban, seperti Cak Sariban, Zaenal Arifin, Pipit Wibawanto, Bambang, Khumaidi, Didik, Muchlis, Gus Reza, Salim, hingga Puguh, turut membacakan puisi secara bergantian. Mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) dan Universitas Sunan Bonang (USB) juga ikut berpartisipasi sekaligus berdiskusi mengenai penguatan gerakan literasi di Kabupaten Tuban. Rangkaian hari pertama ditutup dengan pembacaan puisi oleh Ketua IGPT, Sriyatni, serta doa bersama yang dipimpin Didik Purwanto.

Memasuki hari kedua, Rabu (22/7), kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Penulisan Cerita Rakyat Kabupaten Tuban di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban. Kegiatan dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika.

Dalam sambutannya, Irma menegaskan pentingnya pelestarian sastra daerah melalui karya tulis. Ia mengapresiasi semangat para guru yang terus belajar dan berkarya sehingga mampu menghasilkan buku-buku berkualitas sebagai sumber bacaan bagi peserta didik.

Adapun workshop diikuti 65 peserta yang terdiri atas dosen, kepala sekolah, guru dari berbagai jenjang pendidikan, serta siswa MA Sains Bina Insan Kamil Tuban. Kegiatan menghadirkan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, dan Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, sebagai narasumber.

Puji Retno Hardiningtyas menekankan pentingnya penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Sementara itu, Gol A Gong mengajak peserta menggali ide-ide orisinal yang bersumber dari kekayaan budaya lokal, khususnya cerita rakyat yang belum banyak didokumentasikan.

Melalui workshop tersebut, IGPT berharap lahir karya-karya yang mampu menjadi bahan bacaan bermutu sekaligus memperkuat pendidikan karakter peserta didik melalui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam cerita rakyat Tuban.

Di sela kegiatan, turut diserahkan penghargaan dari Perpustakaan Nasional kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, serta IGPT atas kontribusi aktif dalam Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis, Safari Literasi, serta pemecahan Rekor MURI bersama Duta Baca Indonesia selama periode 2021–2026.

Di samping itu, IGPT menandatangani nota kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi guru, peningkatan kompetensi kebahasaan dan kesastraan, pelaksanaan program literasi, hingga penyuntingan karya tulis.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua IGPT, Sriyatni, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tuban, khususnya Dinas Pendidikan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang selama ini memberikan dukungan terhadap gerakan literasi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus berkarya dan menumbuhkan budaya membaca serta menulis di tengah masyarakat.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tuban, khususnya Dinas Pendidikan yang memberi ruang penuh untuk berkarya. Semoga ruang itu terus terbuka dan tidak menjadi jalan sunyi. Juga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang dalam dua tahun terakhir telah menyalakan obor semangat dengan membeli karya IGPT. Walaupun kecil, tapi sudah membakar semangat untuk berkarya, menyemai benih-benih literasi,” ungkapnya.

Sriyatni berharap goresan tinta yang tertoreh menjadi amalan dan jariyah yang terus mengalir serta membersamai generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan tersebut, IGPT kembali menegaskan bahwa menjaga cerita rakyat bukan sekadar melestarikan kisah masa lalu, melainkan juga merawat identitas budaya serta membangun peradaban Tuban melalui kekuatan literasi. (yeni dh/yav)

comments powered by Disqus