Night at The Museum Hidupkan Semangat Cinta Sejarah, Pukau Pengunjung Museum Kambang Putih
- 03 August 2026 15:24
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 36
Tubankab – Museum Kambang Putih Tuban berubah menjadi ruang wisata edukasi yang semarak. Cahaya warna-warni dari video mapping menyelimuti fasad Museum Kambang Putih pada Sabtu (1/8) malam. Alunan musik, pertunjukan tari, hingga ramainya pengunjung dari berbagai usia menjadikan Night at The Museum sebagai pengalaman berbeda dalam menikmati wisata sejarah di Kabupaten Tuban.
Masyarakat terus berdatangan dan berkumpul di teras depan Museum Kambang Putih. Pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga orang tua memanfaatkan momen akhir pekan untuk menikmati suasana museum yang disulap menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen di depan bangunan museum yang dihiasi visual video mapping.
Selain pertunjukan video mapping, pengunjung juga disuguhi penampilan tari dari Sanggar Natyacakrawati, hiburan musik dari Bon Jabre, serta Museum Tour yang dipandu para finalis Cung Ndhuk Tuban 2026. Dengan penyampaian yang ringan dan interaktif, para peserta diajak mengenal lebih dekat koleksi serta jejak sejarah yang dimiliki Kabupaten Tuban.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Muhammad Emawan Putra, mengatakan Night at The Museum merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemkab Tuban. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan museum sebagai destinasi wisata edukasi yang semakin dekat dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat datang ke museum dengan cara yang lebih menarik. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan untuk mengenal perjalanan dan kekayaan sejarah Kabupaten Tuban," ujarnya.
Menurut Emawan, pengenalan sejarah kepada pelajar dan generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif agar mereka semakin tertarik mempelajari warisan budaya daerah. Museum diharapkan menjadi ruang yang tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga mampu menginspirasi generasi penerus untuk mencintai identitas daerahnya.
Antusiasme masyarakat yang memenuhi Museum Kambang Putih sepanjang acara menjadi bukti bahwa wisata sejarah tetap diminati ketika dikemas secara kreatif dan interaktif. Emawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Ke depan, Disbudporapar Tuban berkomitmen menghadirkan lebih banyak kegiatan serupa agar museum semakin hidup, ramai dikunjungi, sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi seluruh masyarakat. (ags/yav)










