Pelepasan Peserta Kontingen Tuban pada Jamnas XII Tahun 2026, Ini Pesan Bupati Tuban
- 09 August 2026 20:04
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 24
Tubankab - Satu per satu Pramuka Penggalang berdiri rapi di depan Rumah Dinas Bupati Tuban kompleks Pendapa Krida Manunggal Tuban, Minggu (9/8), menunggu giliran diberangkatkan ke Cibubur. Dari barisan itu, 32 peserta akan mewakili Kabupaten Tuban dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, didampingi delapan orang pembina dan tim pendukung.
Dalam laporannya, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tuban Kapten (Purn) Kacuk Karsono menyampaikan, Jambore Nasional merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang digelar lima tahun sekali oleh Kwartir Nasional.
Lebih jauh, ia menjelaskan kegiatan ini menjadi sarana pembinaan di alam terbuka bagi anggota usia 11 hingga 15 tahun, dengan penekanan pada pembentukan karakter, kemandirian, serta keterampilan.
“Keikutsertaan kontingen ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan potensi serta membawa nama baik Kabupaten Tuban di tingkat nasional,” ujar Kacuk.
Sejalan dengan itu, Jamnas XII 2026 mengusung tema berkreasi, berinovasi, terampil, dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan. Kegiatan dilaksanakan dengan porsi 80 persen di dalam perkemahan dan 20 persen di luar, melalui metode permainan, diskusi, demonstrasi, simulasi, dan kompetisi.
Usai laporan disampaikan, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky dalam arahannya mengapresiasi pembina yang telah menyiapkan peserta hingga siap mengikuti kegiatan tingkat nasional. Ia menilai para peserta telah dibekali kemampuan dasar yang perlu diuji selama jambore.
“Saya titip untuk terus menjaga marwah dan nama besar Kabupaten Tuban di tingkat nasional,” katanya.
Dalam penekanannya, Bupati menyoroti pentingnya penerapan nilai kepramukaan selama kegiatan berlangsung. Ia menegaskan kepekaan terhadap lingkungan, kemampuan bekerja dalam tim, serta kepedulian antaranggota sebagai sikap yang harus dijaga.
Selama sekitar 10 hari di lokasi kegiatan, peserta akan hidup dalam satu kontingen dan saling bergantung satu sama lain. Dalam kondisi tersebut, kebersamaan dan perhatian terhadap sesama menjadi kunci.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan bertemu dengan pramuka dari berbagai daerah sebagai ruang belajar sosial. Interaksi yang luas dinilai penting untuk menambah pengalaman dan jejaring.
Selanjutnya, tema swasembada pangan yang diangkat dalam Jamnas tahun ini diharapkan dapat dipahami peserta sejak dini. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diminta untuk dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, kepada orang tua, Bupati meminta kepercayaan kepada para pembina yang akan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Para peserta, menurutnya, akan dibimbing dan ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri.
“Saya berharap setelah pulang, adik-adik membawa oleh-oleh berupa ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Bupati. (yav)










