Perwakilan INOVASI Jawa Timur bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Kemenag Tuban, Bapperida, pengawas sekolah, serta unsur organisasi pendidikan berfoto bersama usai Diskusi Pemaparan Hasil Baseline Data Pendidikan INOVASI Tahun 2025 di Ruang Rapat Sudjono Putro Setda Tuban. (yavid)

Pemaparan Baseline Pendidikan 2025, Pemkab Tuban Bersama INOVASI Jatim Siapkan Langkah Perbaikan Pendidikan

Tubankab - Pemerintah Kabupaten Tuban mengikuti Diskusi Pemaparan Hasil Baseline Data Pendidikan INOVASI Tahun 2025 di Ruang Rapat Sudjono Putro Setda Tuban, Selasa, (24/2). Forum ini membahas hasil studi awal kemampuan dasar siswa serta praktik pembelajaran di SD dan MI sampel sebagai bagian dari implementasi Program INOVASI Fase 3.

Dalam kegiatan tersebut, paparan disampaikan oleh Ecosystem Officer INOVASI Jawa Timur, Ahmad Fathoni, bersama Triyana Damayanti selaku MERL INOVASI Jawa Timur. Tim INOVASI memaparkan hasil analisis yang mencakup capaian literasi dan numerasi, implementasi kurikulum, kepemimpinan sekolah, serta aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Selain itu, kajian juga menyoroti praktik pembelajaran yang telah berjalan serta tantangan yang masih dihadapi satuan pendidikan.

Selanjutnya, diskusi diikuti Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Bapperida Kabupaten Tuban, Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Pokjawas MI, Korwas SD, K3S, KKMI, PGRI, Dewan Pendidikan Tuban, IAINU Tuban, LP Maarif NU Tuban, serta PD Dikdasmen Muhammadiyah Tuban. Mereka menelaah temuan data, menyampaikan masukan, serta mengklarifikasi kondisi lapangan sesuai kewenangan masing-masing.

Adapun hasil pemaparan dan diskusi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan rujukan dalam penyusunan perencanaan program pendidikan daerah. Pemerintah daerah mendorong pemanfaatan data baseline sebagai dasar penentuan kebijakan agar intervensi yang disusun lebih tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Tuban melalui Kasi Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar, Eko Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada tim INOVASI yang telah mendampingi penguatan literasi dan numerasi di Kabupaten Tuban. Menurut dia, program tersebut tidak hanya menyasar peningkatan kemampuan membaca dan berhitung siswa, tetapi juga menyentuh praktik pembelajaran, sekolah aman dan nyaman, serta penguatan isu perubahan iklim di satuan pendidikan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa asesmen literasi dan numerasi serta pemetaan kemampuan membaca awal telah dilakukan di sejumlah sekolah sampel. Hasil baseline tersebut, kata dia, perlu ditelaah bersama agar menjadi dasar perbaikan program ke depan. “Kami berharap hasil ini membawa dampak pada peningkatan kompetensi membaca siswa, khususnya di kelas awal,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Pendidikan Islam Kemenag Tuban, Imam Syafi’I, menegaskan bahwa hasil potret literasi dan numerasi dari 12 madrasah tersebut menjadi bahan refleksi bersama untuk melakukan perbaikan. Menurutnya, capaian yang ada saat ini menunjukkan masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan madrasah.

Ia juga mendorong agar guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi membangun suasana belajar yang aman dan nyaman di lingkungan madrasah. “Selain itu, perlu ditumbuhkan semangat guru madrasah agar tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga mencintai pekerjaannya serta menjadikan madrasah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Dengan demikian, siswa diharapkan memiliki motivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi sebagai bekal di masa mendatang,” tandasnya. (yavid)

comments powered by Disqus