Penilaian SSK di UPT SMP Negeri 1 Widang, Perkuat Wawasan Kependudukan bagi Pelajar
- 28 July 2026 15:59
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 19
Tubankab – Pemahaman tentang isu kependudukan terus dikenalkan kepada pelajar melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Di Kabupaten Tuban, upaya tersebut diperkuat melalui Penilaian Apresiasi SSK Tingkat Kabupaten Tuban Tahun 2026 yang berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Widang, Kecamatan Widang, Selasa (28/7).
Pada kesempatan tersebut, Andriati Margu, SKM, Penata Layanan Operasional pada Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menyampaikan bahwa program SSK menjadi sarana untuk mengenalkan persoalan kependudukan lebih dekat kepada siswa. Materi kependudukan yang terintegrasi di lingkungan pendidikan juga dapat membekali mereka dengan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya merencanakan masa depan.
"Melalui Sekolah Siaga Kependudukan, kami ingin wawasan kependudukan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Harapannya, mereka memahami kesehatan reproduksi dan mulai memiliki kesadaran untuk merencanakan masa depan dengan baik," ujarnya.
Selanjutnya, Kepala UPT SMP Negeri 1 Widang, Nanang Syafi'i, memaparkan profil sekolah sebagai bagian dari rangkaian penilaian. Pemaparan tersebut berisi gambaran mengenai kondisi sekolah, implementasi Program Sekolah Siaga Kependudukan, serta berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam lingkungan sekolah.
Adapun pelaksanaan penilaian ini melibatkan tim lintas sektor yang terdiri atas Zuliati, S.Kom., M.M. dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Tri Haryanto, S.Pd., M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, serta Bayu V. Kurniawan dari Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Dinkes P2KB Tuban.
Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam penilaian, mulai dari kesiapan sekolah, sarana dan prasarana, inovasi program, hingga pemahaman warga sekolah terhadap pelaksanaan indikator SSK.
Penilaian tersebut juga diarahkan untuk melihat sejauh mana program diterapkan dalam keseharian di lingkungan sekolah. Pelaksanaan SSK diharapkan tidak berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi terintegrasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membangun kepedulian siswa terhadap isu kependudukan.
"Yang ingin dibangun adalah pemahaman siswa terhadap persoalan kependudukan sejak mereka berada di bangku sekolah. Karena itu, penerapan SSK diharapkan dapat hadir dalam proses pembelajaran dan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah," tutup Andriati. (aris/yav)










