Perencanaan Bisnis Jadi Kunci, Pemprov Jatim dan DPRD Perkuat Daya Saing UMKM Tuban
- 22 July 2026 13:11
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 28
Tubankab – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Tuban terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui Workshop Penyusunan Rencana Bisnis bagi UKM/Wirausaha yang diikuti 50 pelaku UMKM di Hotel Mustika Tuban, Rabu (22/7).
Kegiatan yang diinisiasi Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, ini terselenggara atas kolaborasi DPRD Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopumdag) Kabupaten Tuban. Workshop menghadirkan narasumber dari akademisi STEISIA untuk membekali peserta menyusun rencana bisnis yang matang sebagai fondasi pengembangan usaha.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Aulia Hany Mustikasari, menegaskan komitmen DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha. Ia menjelaskan, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Kecil menjadi landasan hukum dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya koperasi maupun UMKM di Jawa Timur.
"Perda ini menjadi payung hukum sekaligus koridor bagi pengembangan koperasi dan UMKM sehingga tercipta ekosistem usaha yang semakin kuat dan berkelanjutan," ungkapnya.
Selain itu, DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus menggencarkan program sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Program tersebut tidak hanya menyasar produk makanan dan minuman, tetapi juga berbagai sektor jasa, termasuk sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha).
Mbak Hany, sapaan akrabnya, mengajak para pelaku usaha memanfaatkan berbagai program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas akses pasar.
"Ke depan, berbagai program pengembangan dan pemberdayaan UMKM akan terus dilakukan. Kami berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah agar upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor UMKM dapat berjalan semakin optimal," sambungnya.
Senada dengan hal itu, mewakili Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Fance Indrianto Asyarie menjelaskan bahwa UMKM merupakan sektor strategis yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat di tingkat akar rumput. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, DPRD, dan pemerintah daerah terus diperkuat agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, perencanaan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah usaha. Bahkan, sekitar 30 persen keberhasilan bisnis ditentukan oleh kualitas perencanaannya. Rencana bisnis yang baik akan meningkatkan peluang keberhasilan usaha sekaligus meminimalkan potensi kerugian.
"Karena itu, pelaku UMKM perlu memiliki perencanaan yang matang sebelum mengembangkan usahanya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Diskopumdag Kabupaten Tuban, Gunadi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Tuban.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 157 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Tuban yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar. Berbagai program peningkatan kapasitas pun terus dilakukan, termasuk pelatihan digital marketing yang sebelumnya telah diberikan kepada pelaku usaha.
Lebih lanjut, Gunadi menegaskan bahwa perencanaan bisnis memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha. Pelaku UMKM tidak hanya perlu mengikuti tren sesaat, tetapi juga harus mampu menjaga stabilitas usahanya.
"Modal yang dimiliki umumnya terbatas sehingga harus dikelola secara cermat agar usaha dapat terus berkembang," ujarnya.
Menutup paparannya, mantan Kasatpol PP Tuban itu berharap pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas diri maupun produknya agar mampu bersaing dan semakin dikenal masyarakat luas. Dengan demikian, pendapatan keluarga pun diharapkan ikut meningkat. (ags/yav)










