Pimpin Forum Tripartit, Bupati Tuban Dorong Hubungan Industrial Kondusif dan Iklim Investasi
- 09 September 2026 14:33
- Yavid
- Kegiatan Bupati dan Wakil Bupati,
- 18
Tubankab – Persoalan ketenagakerjaan menyangkut kepentingan pekerja sekaligus keberlangsungan usaha. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan ruang dialog agar kepentingan pemerintah, pengusaha, dan pekerja dapat dipertemukan secara terbuka. Hal tersebut menjadi perhatian Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., saat memimpin Forum Tripartit Kabupaten Tuban di Ruang Rapat Dandang Wacana, Rabu (9/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus memperkuat hubungan industrial yang kondusif di Kabupaten Tuban. Kegiatan itu diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tuban, perwakilan pengusaha, serta serikat pekerja.
Bupati Tuban mengungkapkan Forum Tripartit diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan persoalan sekaligus menghasilkan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak. Menurutnya, setiap persoalan ketenagakerjaan yang muncul perlu dibicarakan secara terbuka dengan kepala dingin agar dapat menghasilkan kesepakatan yang menenangkan semua pihak.
Selanjutnya, Mas Lindra menegaskan bahwa terciptanya hubungan industrial yang harmonis menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Hal tersebut sejalan dengan potensi Kabupaten Tuban sebagai daerah yang memiliki peluang besar dalam pengembangan sektor industri.
Sejumlah investor dari luar daerah, lanjut Mas Lindra, telah menunjukkan ketertarikan untuk melakukan investasi di Kabupaten Tuban. Dalam menentukan lokasi pengembangan usaha, kondusivitas wilayah menjadi salah satu faktor penting yang turut dipertimbangkan investor.
“Potensi Kabupaten Tuban terus dilirik investor. Salah satunya karena harga jual tanah di Tuban masih affordable untuk dikembangkan menjadi usaha,” jelasnya.
Untuk mendukung peluang tersebut, Pemkab Tuban akan terus mengoptimalkan keberadaan Kawasan Industri Tuban (KIT) sebagai salah satu penunjang pengembangan industri daerah. Koordinasi dengan perusahaan juga akan diperkuat agar potensi bisnis yang dimiliki Kabupaten Tuban dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan pekerja tetap menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan hubungan industrial yang sehat. Peningkatan kesejahteraan tersebut diharapkan dapat menjaga komitmen pekerja untuk memberikan kontribusi dan kinerja terbaik bagi perusahaan maupun pembangunan daerah.
Selain hubungan industrial, Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Tuban dalam memperkuat pengawasan terhadap perizinan. Kemudahan dan kepastian proses perizinan menjadi faktor pendukung penting bagi tumbuhnya investasi di Kabupaten Tuban. Karena itu, digitalisasi pelayanan perizinan menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat proses sekaligus meningkatkan efektivitas dan transparansi pelayanan kepada pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Disnakerin Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, menambahkan hasil pertemuan tersebut akan dicatatkan sebagai kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, perwakilan perusahaan, dan serikat pekerja. Hasil pertemuan selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.
“Kami juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan hasil forum ini pada akhir tahun,” ujarnya.
Melalui Forum Tripartit tersebut, Pemkab Tuban berharap komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja semakin kuat. Dengan komunikasi yang terbuka dan penyelesaian persoalan secara bersama, hubungan industrial yang sehat diharapkan dapat terjaga sekaligus mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif.
Pada akhirnya, kondisi tersebut diharapkan mampu mendorong masuknya investasi yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tuban. (ags/yav)










