Potensi Cuaca Ekstrem di Tuban, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
- 27 March 2026 08:36
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 45
Tubankab - Potensi cuaca ekstrem diprakirakan terjadi di Kabupaten Tuban dalam masa peralihan musim hujan ke kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo menyebut kondisi ini berpotensi berdampak pada aktivitas masyarakat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, periode 26 Maret hingga 4 April 2026 berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Tuban. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer seperti gelombang Rossby dan Kelvin, serta pengaruh tidak langsung Siklon Tropis Narelle.
Selain itu, BMKG mencatat kondisi atmosfer di Jawa Timur sedang labil dan mendukung pertumbuhan awan konvektif. Suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Jawa Timur juga meningkatkan aktivitas penguapan, sehingga memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
Di sisi lain, kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang dan pohon tumbang. BMKG juga mengingatkan potensi berkurangnya jarak pandang serta jalan licin yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. “Masyarakat diharapkan waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” tulis BMKG dalam rilisnya, Kamis (26/3).
Selain itu, masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk peringatan dini harian dan informasi cuaca beberapa jam ke depan, guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi. (*/yavid)










