Refleksi Kemerdekaan di Plumpang: Menjaga Empati di Tengah Semarak HUT RI
- 16 August 2026 22:23
- Yavid
- Kegiatan Pemerintahan,
- 20
Tubankab - Gema doa dan rasa syukur mengiringi suasana di Kecamatan Plumpang pada Minggu (16/8) malam. Suasana khusyuk menyelimuti Pendopo Kantor Kecamatan Plumpang saat ratusan warga dan tokoh masyarakat berkumpul dalam suasana kebersamaan.
Malam tirakatan tersebut digelar sebagai momentum perenungan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Tradisi tahunan ini menjadi wadah untuk mengingat kembali perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Tak kurang dari 100 undangan memadati area pendopo yang dihiasi suasana hangat dan sederhana. Kehadiran para tamu tersebut mempererat silaturahmi antar-elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Plumpang.
Hadir memimpin kegiatan tersebut, Camat Plumpang Saefiyudin, S.STP., M.AP., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Plumpang.
Tampak pula para pimpinan instansi lintas sektor, kepala desa se-Kecamatan Plumpang, serta unsur terkait lainnya. Masyarakat sekitar juga turut hadir dan membaur dalam momen yang penuh makna tersebut.
Pendopo yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan malam itu menjadi ruang refleksi dan doa bersama. Suasana tersebut semakin menguatkan makna peringatan kemerdekaan yang tidak sekadar diisi dengan perayaan.
Dalam perenungan malam itu, Saefiyudin menyampaikan pesan agar semarak perayaan kemerdekaan tidak membuat masyarakat melupakan hakikat kemerdekaan. Menurutnya, di tengah berbagai kegiatan peringatan HUT RI, mawas diri dan kepedulian sosial tetap perlu dijaga.
Terlebih, masih ada saudara-saudara sebangsa yang saat ini menghadapi berbagai musibah dan bencana. Karena itu, semangat kemerdekaan juga perlu diwujudkan melalui kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.
"Dengan mengenang jasa para pahlawan, kita teguhkan persatuan, lanjutkan perjuangan, dan isi kemerdekaan dengan pengabdian," ujar Saefiyudin.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk terus berkarya. Sebab, pengabdian nyata kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan bangsa.
Selanjutnya, suasana spiritual kian terasa saat lantunan mahalul qiyam bergema di pendopo. Keheningan malam berpadu dengan doa dan rasa syukur dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Abdul Ghofur. Dzikir dan kalimat-kalimat thayyibah dilantunkan untuk memohon ampunan serta keberkahan bagi para leluhur dan pejuang bangsa.
Sebagai penutup, KH Ahmad Muin memimpin doa bersama. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Dengan demikian, malam tirakatan di Pendopo Kecamatan Plumpang tidak hanya menjadi rangkaian menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenang jasa para pahlawan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama. (sis jp/yav)










